Bareskrim Polri Bongkar Peredaran 84 Sabu dan 20 Kg Ganja dari Aceh

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap dua orang pria dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu seberat 84 kg dan satu orang pria dalam kasus peredaran ganja seberat 20 kg. Mereka ditangkap di tempat terpisah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar menyatakan anak buahnya menangkap tersangka dengan inisial J (32) dan DR (31) di perairan Aceh Timur, 4,3 mil laut di atas Kuala Olim. Keduanya mengaku diminta oleh seorang bernama Daud untuk menjemput sabu di perairan Malaysia untuk dibawa ke Peurlak Aceh Timur.
“Perannya sebagai kurir yang dikendalikan Daud yang kami jadikan DPO (buron),” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/03/2022).
Krisno menyatakan dalam penangkapan itu kedua tersangka membawa tiga tas berisi 40 bungkus sabu, dua karung berisi 40 bungkus sabu dengan total 84.165 gram atau 84 kg. Selain itu polisi juga telah menyita satu unit kapal boat Puntung GT.7 dan alat komunikasi sebagai alat bukti.
Sementara tersangka Hafiz atau H ditangkap di dalam bus PO Pelangi di Jl. Raya Banda Aceh – Medan dengan barang bukti 20 kg ganja. Hafiz disebut menyimpan ganja di dua tempat terpisah. Pertama, di dalam tas hitam yang disimpan di dalam kabin bus dan 13 kg ganja di tas krem di bagasi bus.
Hafiz, menurut Krisno, juga merupakan kurir narkoba yang dikendalikan oleh seseorang bernama Sukri yang sampai saat ini masih menjadi buron atau masuk DPO. Hafiz mendapatkan perintah mengambil ganja dari orang tak dikenal di Indrapuri, Aceh Besar untuk dibawa ke Padang dengan menggunakan bus.
“Setelah sampai di Padang, ganja tersebut rencananya akan diserahkan kepada orangnya Sukri dengan menunggu instruksi dari yang bersangkutan,” ucap Krisno.
Adapun pasal yang disangkakan kepada para tersangka disebutnya pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman maksimal dengan pidana mati.[TEMPO.CO]
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT