Audiensi Dengan Kapolda Aceh, Fraksi Gerindra DPRA Pertanyakan Kasus Penggranatan Rumah  Anggota DPRK Aceh Barat

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Fraksi Partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan audiensi dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada di ruang kerjanya di Mapolda Aceh, Rabu (31/3/2021). Dalam audiensi itu, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRA, Safaruddin dihadiri Ketua Fraksi, Abdurahman Ahmad dan anggota Fraksi, Khairil Syahrial, Kartini Ibrahim, Ridwan Yunus, dan Taufik.

Pertemuan dalam rangka silaturrahim juga ikut mendiskusikan isu kekinian soal perkembangan Aceh. Salah satunya perkembangan kasus pengranatan rumah Anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat.

“Dalam pertemuan hari ini kita dari Fraksi Gerindra mempertanyakan kejelasan kasus granat di Aceh Barat. Karena sudah terlalu lama sehingga kita meminta kejelasan,” kata Safaruddin ketika dikonfirmasi AcehJurnal.com, Kamis (31/3/2021).

Sebelumnya diberitakan, rumah anggota DPRK Aceh Barat dari Gerindra, Ahmad Yani yang berlokasi di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, dilempari granat oleh orang tak dikenal pada Senin (8/7/2020) lalu sekira pukul 03.30 WIB.

Tidak a

Advertisement

da korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kronologisnya, granat yang dilempar di halaman rumah hanya memecahkan kaca jendela. Sayangnya, katanya lagi, sudah sembilan bulan kasus itu berlalu, hingga kini belum ada titik terang.

Terkait kasus tersebut, Safaruddin mengungkapkan Polda Aceh hingga saat ini masih menangani perkara itu.

“Kapolda memberikan jawaban itu masih dalam atensi dan tidak bisa menetapkan tersangka secara sembarangan,” ujar Safaruddin.

Kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, lanjut Safaruddin, Fraksi Gerindra DPRA menyampaikan terima kasih atas sambutan dan atensi yang diberikan.

“Mudah-mudahan perihal (kasus pengranatan) ini cepat terungkap motifnya sehingga menjadi kabar baik bagi seluruh kader Gerindra dan partai politik manapun,” kata politisi muda asal ABDYA tersebut.

Pada bagian akhir, pria yang akrab disapa Dhien Kallon ini juga berharap hendaknya setiap anggota dewan mendapat perlindungan hukum dari aparat penegak hukum ketika memperjuangan sesuatu atas keinginan rakyat.

“Mudah-mudahan preseden buruk ini tidak mencederai demokrasi yang ada di Aceh,” pungkasnya. [ADV]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT