HomeDaerahAroma Kuah Beulangong di Britania Raya

Aroma Kuah Beulangong di Britania Raya

LONDON – Sebagai diaspora memulai bisnis terutama kuliner tentu tidak mudah. Apalagi saat pandemi mulai melanda global sehingga berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Namun, anggapan ini justru terbantahkan oleh Chandra Afrizal (47), warga Aceh yang kini sudah sukses membuka restoran di Brighton, sebuah kota kecil yang tak jauh dari pusat ibukota London, Inggris.
Hampir setiap harinya, restoran yang diberi nama Longrain ini selalu ramai dipenuhi pengunjung. Mereka tak hanya orang Indonesia yang menetap di Inggris, namun juga turut dipenuhi warga asli pribumi Inggris hingga negara-negara Asia.
Adapun menu yang disajikan diantaranya mulai dari masakan khas Aceh, seperti Kuah beulangong, eungkot paya, asam keueueng. Selain itu ada juga nasi goreng, rendang padang, bakwan, lumpia dan masakan Indonesia lainnya.
“Disini juga ada masakan Jepang, Thailand dan Korea. Makanya pengunjung banyak dari warga Asia dan Eropa,” ujar Chandra atau akrab disapa Chandra Brighton kepada AcehJurnal.com via Whatapps, Jumat (25/2).
Chandra (dua dari kiri) saat berpose bersama rekan-rekannya di depan restoran miliknya di kota Brighton, Inggris. Dok Facebook
Putra asli Luengbata, Banda Aceh ini menuturkan awal mula berdirinya restoran Longrain miliknya tersebut. Restoran miliknya dirintis pada awal tahun 2019 lalu saat pandemi Covid-19 mulai melanda.  Awalnya, dirinya sempat dibully rekan-rekannya karena merintis usaha kuliner di tengah pandemi. Salah satu resiko yang dikhawatirkan adalah bangkrut dan terancam gulung tikar.
“Banyak teman-teman yang malah menertawakan saya karena saya mulai buka restoran saat pandemi. Tapi nyatanya, Alhamdulillah usaha kita ini membawa berkah,” ujar Chandra.
Ditanya rahasia sukses memulai usahanya, ia mengaku aktif mempromosikan restoran miliknya lewat situs jejaring sosial Facebook dan Instagram. Awalnya pengunjung restoran miliknya hanya diminati warga Indonesia saja, khususnya warga mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan disana.
Lama kelamaan, restoran miliknya tersebut semakin dikenal luas sehingga mulai ramai dipadati pengunjung. Chandra menuturkan, saat ini ada 10 karyawan yang bekerja di restoran miliknya. Lima orang bertugas sebagai “chef” dan lima lagi sebagai pelayan tamu.
“Rata-rata pengunjung disini suka masakan Aceh, seperti kuah beulangong dan asam keueueng. Kuah beulangong inilah yang menjadi incaran pengunjung, apalagi saat musim dingin tiba,” ucap Chandra.
Berkat kegigihan dan keuletannya itu, restoran Longrain miliknya ini turut menyita perhatian pemerintah setempat. Ia dianugerahi “International Global Restaurant Award” sebagai restoran terbaik tingkat asia dan Eropa.
“Ada dua anugerah yang saya terima dua hari lalu, yang biru tingkat Internasional. Kalau yang merah itu tingkat Asia. Alhamdulillah restoran ini sudah masuk sebagai nominasi terbaik Asia dan Eropa,” ujar Chandra.
Perlu diketahui, Chandra salah satu dari sejumlah warga Aceh lainnya yang kini mulai menetap di Inggris. Pria yang beristrikan warga Spanyol ini mulai menginjakkan kakinya ke Negeri Elizabeth sejak tahun 1994 dengan status sebagai pencari suaka politik. []

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News