HomeEkonomiKepala DPMPTSP Aceh : Investasi di Aceh Meningkat Signifikan selama Pandemi

Kepala DPMPTSP Aceh : Investasi di Aceh Meningkat Signifikan selama Pandemi

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh di tengah pandemi terus digenjot. Pemerintah Aceh telah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk membantu memulihkan kestabilan ekonomi. Terkait dengan investasi di Aceh selama pandemi Covid-19, Kepala Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP), Marthunis mengatakan, investasi di Aceh selama pandemi terjadi peningkatan yang signifikan. Ia mencontohkan, pada tahun 2019 lalu, investasi di Aceh meningkat hampir 300 persen bila dibandingkan tahun 2018 lalu.

“Pada tahun 2020 lalu,kita juga meningkat sebanyak 150 persen. Tahun 2021 ini pada triwulan pertama, investasi di Aceh semakin meningkat 12 persen dari pada Triwulan pertama tahun 2020,” kata Marthunis ketika diwawancarai AcehJurnal.com di ruang kerjanya akhir Juli 2021 lalu.

Marthunis menjelaskan, tingkat pertumbangan investasi di Aceh tidak terpengaruh meski di tengah wabah Covid-19. Pasalnya, pertumbuhan investasi di Aceh yang berkembang saat ini adalah didorong dari anggaran Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat. Misalnya, pembangunan jalan tol yang bersumber dari angggaran Pemerintah Pusat. Begitu juga sektor investasi perlistrikan, diantaranya PLTU Nagan Raya dan PLTA di Kabupaten Bener Meriah.

“Kita patut bersyukur juga bahwa selama pandemi ini ada investasi di sektor energi dan infrastruktur. Kita berharap begitu selesainya pandemi, infrastruktur kita sudah bagus, ekonomi mulai membaik sehingga kita bisa mengusulkan investasi bersifat riil. Seperti sektor industri dan pengolahan,” tambah Marthunis.

Berbicara sektor pariwisata, katanya lagi, sektor investasi menurun drastis dikarenakan wabah pandemi melanda global. Ini disebabkan arus wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang semakin berkurang.

Salah satu solusinya adalah kembali menggaet wisatawan lokal. Secara global,sektor investasi pariwisata di seluruh negara turun drastis akibat Covid-19. Walaupun menurut keterangan sejumlah pengamat bahwa, pariwisata itu akan kembali bangkit.

“Karena orang sudah mengalami pandemic fituque, artinya orang sudah mulai bosan selama lockdown. Begitu pandemi hilang, keinginan orang untuk “travel” itu semakin tinggi,” ujar Marthunis lagi.

Hingga saat ini, investasi pariwisata sudah dimulai sehingga pihak investor sudah dianggap survive ketika pandemi hilang. Untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, diantaranya mengkampanyekan gerakan membeli produk dalam negeri. Sehingga taraf perekonomian masyarakat, khususnya pedagang UMKM semakin membaik. Selain itu, ada juga UMKM yang saat ini sudah go digital, salah satu strategi baru untuk mempromosikan produk-produk di tengah pandemi. []

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News