Nagan Raya | AcehJurnal.com – Warga Desa Cot Mee Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya kembali mengeluh adanya keberadaan PT Fajar Baizury. Pasalnya, selama ini perusahaan hak guna usaha (HGU) ini kerap mengusik warga dengan melakukan pembuangan air ke lahan kepala sawit milik warga. Akibatnya, ratusan hektare perkebunan kelapa sawit milik warga.
“Akibat air buangan milik perusahaan, kini ratusan hektar kebun sawit milik masyarakat Desa Cot Mee tidak bisa dipanen karena digenangi air,” kata Sekretaris Pemuda Cot Mee Samsuar melalui keterangan rilis yang dikirim ke redaksi, Jumat (8/1/2021).
Selain menggenangi kebun, air buangan tersebut juga membahayakan permukiman penduduk desa. Ketika hujan turun, maka debit air yang menggenangi lahan warga semakin meningkat sehingga dipastikan musibah banjir akan terjadi.
“Kami sudah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak perusahaan. Namun mereka tidak pernah merespon baik, mungkin karena desa masih bersengketa dengan pihak perusahaan sebab persoalan lahan desa diklaim milik HGU perusahaan,” kata Samsuar.
Samsuar juga mengaku, masyarakat telah sering menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Cot Mee dengan perusahaan PT Fajar Baizury kepada pemerintah kabupaten dan DPRK dan DPRA. Namun hingga saat ini, mereka tidak pernah meresponnya. Padahal, ketika Pilkada 2017 lalu, sejumlah tokoh setempat berjanji akan menyelesaikan konflik desa dengan perusahaan tersebut. Ia juga meminta kepada Pemerintah Aceh agar terus memperhatikan nasib masyarakat desa Cot Mee yang hingga saat ini masih terabaikan.
“Masyarakat Desa Cot Mee meminta kepada pimpinan perusahaan PT Fajar Baizury untuk melihat langsung kondisi di lapangan sehingga ada solusi dari pimpinan perusahaan, karena selama ini masyarakat hanya bisa menyampaikan kepada staf perusahaan sehingga tidak dipedulikan,” kata Samsuar. []



