ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM – Pandemi yang berimbas terhadap penurunan ekonomi, tak menyurutkan langkah Sulaiman (60) untuk bekerja. Di usianya yang tak lagi muda, tangannya masih cekatan mengayunkan palu besi seberat 5 kg ke atas lempengen besi panas membara. Tangan kirinya menahan lempengen dengan sebuah jepitan.

Setelah bara merah pada besi menghilang, lempengan besi ia masukkan ke dalam bara api. Selang beberapa menit kemudian, lempengan itu kembali ia tempa hingga menjadi parang, pisau dan linggis.

Sulaiman tak bergeming meski harus dikelilingi panasnya bara dan percikan api yang melenting. Sesekali dia menyeka butiran keringat yang membasahi lembah-lembah tajam di keningnya.

Sulaiman dikenal sebagai pandai besi paling senior di Gampong Lamblang Manyang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

Profesinya ini telah dilakoninya sejak masih berusia 15 tahun. Keahliannya itu diwariskan leluhurnya sejak masa kolonialis Belanda.



Tak hanya itu, anak-anaknya juga turut mewarisi keterampilan sebagai pandai besi. Dua anaknya mengikut jejaknya sebagai pandai besi. Sementara yang lainnya masih menempuh pendidikan. []
Baca juga : Gairah Pandai Besi di Tengah Pandemi



