Gairah Pandai Besi di Tengah Pandemi

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM – Pandemi yang berimbas terhadap penurunan ekonomi, tak menyurutkan langkah Sulaiman (60) untuk bekerja. Di usianya yang tak lagi muda, tangannya masih cekatan mengayunkan palu besi seberat 5 kg ke atas lempengen besi panas membara. Tangan kirinya menahan lempengen dengan sebuah jepitan.

Setelah bara merah pada besi menghilang, lempengan besi ia masukkan ke dalam bara api. Selang beberapa menit kemudian, lempengan itu kembali ia tempa hingga menjadi parang, pisau dan linggis.

Sulaiman tak bergeming meski harus dikelilingi panasnya bara dan percikan api yang melenting. Sesekali dia menyeka butiran keringat yang membasahi lembah-lembah tajam di keningnya. Sulaiman dikenal sebagai pandai besi paling senior di Gampong Lamblang Manyang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

Profesinya ini telah dilakoninya sejak masih berusia 15 tahun. Keahliannya itu diwariskan leluhurnya sejak masa kolonialis Belanda. Tak h

Advertisement

anya itu, anak-anaknya juga turut mewarisi keterampilan sebagai pandai besi.  Dua anaknya mengikut jejaknya sebagai pandai besi. Sementara yang lainnya masih menempuh pendidikan.

Meski berusia senja, Sulaiman tak mengeluh dengan pekerjaannya yang menguras tenaga. Dia justru bersyukur usaha pandai besi yang diwariskan turun temurun masih berjalan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Bahkan berkat kerja keras dia dan ratusan pandai besi lainnya, ekonomi kampung yang mayoritas mengandalkan dari tukang pukul baja itu terus terjaga.

“Tiga orang masih belajar di pesantren. Kalau libur mereka juga ikut bantu-bantu,” kata Sulaiman kepada AcehJurnal.com pada Sabtu (14/11).

Berkat keuletanya, Sulaiman dibantu 13 pekerja masih bertahan dan sekaligus menjaga asa ekonomi. Setiap harinya, setiap pekerja mampu menghasilkan rata-rata sebanyak 3 unit parang dengan harga Rp 110 ribu per unit.

“Alhamdulillah pendapatan masih terus berjalan dengan baik meski di tengah pandemi,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT