Acehjurnal.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil melakukan peninjauan langsung dampak abrasi di Desa Lhok Pu’uk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara pada Minggu (16/11/2025) sore. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara dekat kerusakan yang ditimbulkan oleh abrasi pantai yang semakin meluas.
Abrasi tersebut telah menyebabkan kerusakan parah dengan 38 rumah hancur dan separuh badan jalan desa tenggelam. Tidak hanya itu, ratusan rumah lainnya juga dilaporkan terdampak oleh bencana ini, mengancam kelangsungan hidup masyarakat setempat.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengungkapkan bahwa masalah abrasi di daerah tersebut telah berlangsung selama belasan tahun. “Masalah ini terus meluas dan membutuhkan penanganan serius,” jelas Ismail A Jalil mengenai kondisi yang semakin memburuk dari tahun ke tahun.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengusulkan pemasangan tebing di bibir pantai kepada pemerintah pusat sebagai langkah penanggulangan. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya menghentikan laju abrasi yang terus merusak pemukiman warga.
Merespons penjelasan tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem menekankan perlunya penanganan segera dengan skema tanggap darurat. “Setiba di Banda Aceh, segera saya panggil tim anggaran Pemerintah Aceh untuk mengatasi abrasi ini,” tegas Mualem dalam siaran pers pada Senin (17/11/2025).
Mualem menegaskan bahwa kondisi ini sangat darurat dan membutuhkan penanganan cepat. “Kita lihat ini sangat darurat, harus segera ditangani jika tidak ingin musibah lebih besar,” tambah mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan rencana jangka panjang untuk memastikan perlindungan kawasan pantai di masa mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi masalah abrasi yang terus mengancam.
Bupati Ismail A Jalil menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Mualem. “Alhamdulillah, dukungan Mualem sangat membantu masyarakat,” ujar Ismail A Jalil menanggapi komitmen pemerintah provinsi.
Berdasarkan data yang ada, abrasi di Desa Lhok Pu’uk telah terjadi sejak tahun 2011. Bencana ini telah mengakibatkan 38 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal mereka.
Saat ini tercatat 214 kepala keluarga lainnya berada dalam kondisi rawan terkena dampak abrasi. Dengan demikian, total terdapat 475 kepala keluarga yang terdampak oleh bencana abrasi ini.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak untuk mencegah meluasnya dampak yang ditimbulkan. Penanganan yang komprehensif baik jangka pendek maupun jangka panjang sangat dibutuhkan untuk melindungi masyarakat.
Sumber: KOMPAS.com



