Acehjurnal.com – Ramzi Adriman telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Pendaftaran resmi tersebut dilakukan pada Jumat, 17 Oktober 2025, menandai kesiapannya untuk mengikuti proses seleksi pemimpin perguruan tinggi periode 2026-2031.
Saat ditemui usai mendaftar, Ramzi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Teknik USK menegaskan komitmennya untuk memimpin kampus yang dijuluki “Jantong Hatee Rakyat Aceh” itu. Ia menyatakan akan membawa visi perubahan besar melalui konsep USK EMAS jika dipercaya memimpin.
“Alhamdulillah, tadi diantara kawan-kawan, kita resmi mendaftar sebagai bakal calon Rektor USK Banda Aceh,” ujar Ramzi Adriman kepada media.
Lebih lanjut dijelaskannya, visi USK EMAS yang diusungnya merupakan akronim dari nilai-nilai dasar yang akan diterapkan. Konsep ini merupakan terjemahan dari Unggul, Sinergis, dan Kredibel dengan berlandaskan pada Empati, Mandiri, Adaptif, dan Solutif.
“Visi USK EMAS yang kita usung merupakan terjemahan dari Unggul, Sinergis, dan Kredibel dengan berlandaskan pada Empati, Mandiri, Adaptif, dan Solutif,” jelas Ramzi menegaskan.
Ia menambahkan bahwa jika terpilih nanti, visi USK EMAS akan menjadi core value atau nilai-nilai utama bagi seluruh sivitas akademika di kampus tertua di Provinsi Aceh tersebut. Nilai-nilai ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi perkembangan universitas.
“Jika kita terpilih sebagai Rektor USK Banda Aceh, visi USK EMAS tersebut akan jadi core value atau nilai-nilai utama bagi seluruh sivitas akademika di kampus tertua di provinsi ujung barat Sumatra ini,” sambungnya.
Untuk memastikan visi tersebut dapat terukur dan tercapai selama periode kepemimpinannya, Ramzi menyatakan telah menyusun misi-misi konkret. Misi pertama adalah menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan inklusif untuk menghasilkan lulusan berkarakter EMAS yang berdaya saing global.
Misi kedua yang disampaikannya adalah menghasilkan penelitian yang adaptif, solutif, dan relevan dengan kebutuhan stakeholder. Penelitian-penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat menjawab tantangan dan kebutuhan nyata masyarakat.
Selanjutnya, misi ketiga yang diusung adalah melaksanakan pengabdian masyarakat berbasis empati dan solusi sosial ekonomi berkelanjutan. Misi ini menekankan pendekatan humanis dalam pengabdian kepada masyarakat.
Misi keempat adalah mewujudkan tata kelola universitas yang profesional, modern, dan berkelanjutan. Sementara misi kelima adalah menghadirkan solusi bisnis dan investasi strategis untuk kemandirian dan keberlanjutan universitas.
“Kita telah menyusun misi yang akan jadi pilar utama, yakni menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan inklusif untuk menghasilkan lulusan berkarakter EMAS yang berdaya saing global; menghasilkan penelitian yang adaptif, solutif, dan relevan dengan kebutuhan stake-holder,” papar Ramzi.
“Kemudian, melaksanakan pengabdian masyarakat berbasis empati dan solusi sosial ekonomi berkelanjutan; mewujudkan tata kelola universitas yang profesional, modern, dan berkelanjutan; dan menghadirkan solusi bisnis dan investasi strategis untuk kemandirian dan keberlanjutan universitas,” demikian penuturan Ramzi Adriman mengenai kelima pilar misinya.
Sumber: POPULARITAS.COM



