Acehjurnal.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memaparkan rencana pendirian maskapai penerbangan Aceh Airlines sebagai langkah strategis untuk membuka konektivitas udara langsung domestik dan internasional dari Provinsi Aceh. Paparan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang diinisiasi oleh perusahaan investasi terkemuka Arab Saudi, Sadeen Al-Bait, pada Kamis (16/10/2025) lalu.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pengusaha dari negara-negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Sudan, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Mualem mengaku bahwa paparan mengenai rencana pendirian maskapai tersebut mendapat sambutan antusias dari para investor yang hadir.
“Perusahaan Alzayer Group dari Arab Saudi menyatakan kesiapannya berinvestasi di Aceh Airlines dengan perencanaan penyediaan delapan unit pesawat berbagai ukuran,” kata Mualem dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Sabtu (18/10/2025). Pernyataan komitmen investasi ini menjadi salah satu respons positif dari pertemuan tersebut.
Dalam forum itu, Mualem menyampaikan presentasi selama hampir satu jam yang menyoroti potensi besar Aceh di berbagai sektor unggulan. Menurutnya, Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat menjanjikan, mulai dari pertambangan, minyak bumi, batu bara, tambang emas, hingga bijih besi.
“Aceh juga memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, terutama komoditas unggulan seperti cengkih, pala, dan kayu manis yang sangat diminati oleh pasar Timur Tengah,” tutur Gubernur Aceh tersebut. Potensi ini menjadi daya tarik utama bagi para investor untuk menanamkan modal di Aceh.
Mualem juga mengajak para investor untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan industri pengolahan di Aceh. Ajakan tersebut mencakup pembangunan pabrik minyak kelapa sawit, pabrik pengolahan ikan, pabrik serbuk kayu (wood pellet), dan industri biomassa.
Sementara itu, Sadeen Al-Bait Group menegaskan rencana investasinya di sektor energi biomassa. Di sisi lain, perusahaan asal Kuwait, Al-Barrak Company, menyatakan minatnya untuk membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit serta pabrik ikan kaleng di Aceh.
“Para investor tersebut juga berencana melakukan kunjungan ke Aceh dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama tersebut,” kata Mualem. Rencana kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi yang telah dibahas.
Selain bidang investasi, kerja sama pendidikan juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Dekan Fakultas Bahasa Arab Universitas Ummul Qura, Makkah, yang turut hadir, menyatakan kesediaan menjalin kemitraan dengan Pemerintah Aceh.
Kemitraan tersebut direncanakan melalui program beasiswa bagi putra-putri Aceh untuk melanjutkan studi di Universitas Ummul Qura, serta pengembangan pendidikan bahasa Arab bagi dayah dan lembaga pendidikan di Aceh. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh.
Dengan adanya minat investasi dari berbagai perusahaan Timur Tengah, Pemerintah Aceh optimis dapat merealisasikan rencana pendirian Aceh Airlines dan pengembangan sektor-sektor unggulan lainnya. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Aceh.
Sumber: KOMPAS.com



