Acehjurnal.com – BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Nazaruddin atau Tgk Agam Sabang mengecam tindakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang melakukan razia dan menghentikan truk bernomor polisi BL di perbatasan Aceh-Sumatera Utara.
Menurut Tgk Agam, aksi penghadangan tersebut dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala daerah, terlebih dilakukan secara demonstratif di hadapan publik. Ia menyatakan hal ini berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif terhadap kendaraan asal Aceh.
“Seorang gubernur semestinya mengedepankan koordinasi antar provinsi, bukan melakukan aksi sepihak yang bisa memicu kesalahpahaman,” tegas Tgk Agam di Banda Aceh, Senin.
Aksi ini menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan Pemerintah Sumut di bawah pimpinan Gubernur Bobby Nasution merazia kendaraan plat BL Aceh viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat Pemprov Sumut menghentikan mobil truk Aceh di kawasan perbatasan wilayah Langkat.
Dalam video yang beredar, petugas meminta supir untuk menyampaikan kepada pemilik mobil agar menggantikan nomor polisi kendaraan menjadi BK. Tgk Agam menegaskan bahwa Pemerintah Aceh harus segera menindaklanjuti persoalan ini melalui komunikasi resmi.
“Kalau ada dugaan pelanggaran angkutan, itu ranah aparat dan petugas perhubungan. Tidak perlu sampai gubernur sendiri turun menghentikan kendaraan dengan plat Aceh,” ujar politisi Partai Aceh tersebut.
Lebih lanjut, Tgk Agam mengingatkan bahwa Aceh dan Sumut memiliki hubungan dagang dan transportasi yang erat. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan pengawasan lalu lintas barang harus ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Kita menginginkan keteraturan, tetapi jangan sampai tindakan seperti ini menyinggung marwah Aceh. Plat BL bukan alasan untuk diperlakukan berbeda,” tegasnya.
Politisi senior ini juga menyoroti bahwa banyak kendaraan dengan plat BK (Sumut) yang beroperasi di Aceh. Ia menambahkan, “Apalagi juga banyak kendaraan dengan plat BK (Sumut) juga beroperasi di Aceh.”
Tgk Agam mengungkapkan keheranannya terhadap sikap Gubernur Sumatera Utara yang dinilainya mencari masalah dengan Aceh. “Dan saya selaku pribadi merasa heran kenapa sikap Gubernur Sumatera Utara yang seolah-olah ingin mencari permasalahan dengan Aceh, kemarin soal empat pulau,” pungkasnya.
Sumber: ANTARA



