Acehjurnal.com – Ratusan kendaraan terpaksa mengantre dalam barisan panjang mencapai 150 meter di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Kejadian yang berlangsung pada Sabtu, 27 September 2025 itu membuat antrean memanjang hingga ke badan jalan umum.
Antrean panjang tersebut muncul setelah pasokan dua jenis BBM, yaitu Pertalite dan Pertamax, kosong selama tiga hari berturut-tur di SPBU setempat. Sementara itu, bahan bakar jenis solar masih tersedia untuk masyarakat.
Seorang petugas SPBU di lokasi, yang tidak bersedia namanya disebutkan, mengonfirmasi bahwa kelangkaan BBM terjadi akibat pasokan dari mobil tangki Pertamina yang tidak memenuhi kapasitas penuh.
“Beberapa pekan terakhir mobil tangki hanya mengisi setengah kapasitas, karena harus dibagi ke beberapa SPBU lain,” jelas petugas tersebut, Sabtu (27/9/2025).
Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai akar masalah terbatasnya distribusi BBM, petugas itu memilih untuk tidak memberikan penjelasan tambahan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan mulai terlihat mengular sejak pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB. Hal ini terjadi setelah stok Pertalite dan Pertamax kembali masuk ke SPBU pada Jumat malam sebelumnya.
Jenis kendaraan roda dua mendominasi antrean panjang tersebut. Sementara itu, hanya terlihat beberapa unit mobil yang ikut mengantre untuk mendapatkan bahan bakar.
Salah seorang pengantre, Teuku Cut, yang merupakan pengendara becak motor, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya. Ia mengaku telah mengantre sejak pagi hari tanpa sempat sarapan.
“Saya sudah antre dari pagi, belum sarapan sampai sekarang sudah hampir siang,” ujar Teuku Cut.
Ia juga bercerita bahwa upayanya untuk mendapatkan BBM pada hari sebelumnya gagal. “Hari ini saya berharap bisa dapat, supaya kendaraan tidak mogok di jalan,” harapnya penuh harap.
Kejadian antrean BBM yang panjang ini kembali menyoroti persoalan distribusi bahan bakar di wilayah Aceh Singkil. Masyarakat berharap adanya kepastian pasokan agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.
Sumber: AJNN



