HomeDaerahPerekonomian Aceh Masih Jadi Tantangan, Butuh Sumber Pertumbuhan Baru

Perekonomian Aceh Masih Jadi Tantangan, Butuh Sumber Pertumbuhan Baru

Acehjurnal.com – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh masih menjadi tantangan yang harus dijawab bersama agar dapat menyamai provinsi lain di Pulau Sumatera. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.

Hal tersebut diungkapkan Destry saat memberikan sambutan usai mengukuhkan Agus Chusaini sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, di Banda Aceh, Rabu (25/9). Destry menekankan perlunya pencarian sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah tersebut.

“Tantangan di Aceh yang memang harus menjadi target maksimal, kita cari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga Aceh bisa tumbuh sama dengan provinsi lain,” kata Destry Damayanti di Banda Aceh.

Data yang diungkapkan Destry menunjukkan, perekonomian Aceh tumbuh 4,82 persen pada triwulan II 2025. Angka ini masih di bawah pertumbuhan ekonomi Sumatera yang mencapai 4,96 persen, dan pertumbuhan nasional sebesar 5,12 persen. Kondisi ini, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bersama.

Destry juga menuturkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak mudah, baik secara global, domestik, maupun lokal. Ia menegaskan bahwa dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang optimal dengan semua pihak.

“Tantangan global cukup besar, domestik kita bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, dan itu menjadi tantangan ekonomi Indonesia saat ini. Maka, kita butuh koordinasi bersama, Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri,” jelas Destry.

Acara tersebut juga diwarnai dengan serah terima jabatan antara Agus Chusaini dengan kepala perwakilan sebelumnya, Rony Widijarto, yang kini ditugaskan menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau. Destry mengingatkan bahwa kepala perwakilan yang baru harus mampu menjawab tantangan ekonomi di daerah masing-masing.

Penempatan pejabat ke daerah, ujarnya, merupakan upaya agar lebih mengenal dan siap menghadapi stakeholder yang beragam serta potensi ekonomi yang berbeda-beda di setiap wilayah. Hal ini dianggap sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini adalah amanah, kami berharap dapat dijalankan secara baik, ikhlas dan penuh tanggung jawab, bukan hanya ke lembaga, tetapi kepada nusa dan bangsa, dan ini terus kami monitor,” tegas Destry.

Selain pertumbuhan ekonomi, Kepala Perwakilan BI Aceh yang baru juga diharapkan dapat menjawab tantangan inflasi. Destry menyoroti inflasi di Aceh yang mencapai 3,7 persen, masih berada di atas inflasi nasional sebesar 2,31 persen hingga Agustus 2025.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mencari akar permasalahannya. Mengingat, Bank Indonesia memiliki mandat untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dan inflasi.

“Tentunya, kita beri PR untuk Aceh bagaimana bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menciptakan stabilitas di Aceh,” pungkas Deputi Gubernur Senior BI tersebut.

Sumber: ANTARA

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News