HomeDaerahAceh Antisipasi Inflasi Selama Empat Bulan Peringatan Maulid Nabi

Aceh Antisipasi Inflasi Selama Empat Bulan Peringatan Maulid Nabi

Acehjurnal.com – Pemerintah Aceh menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengantisipasi potensi inflasi selama empat bulan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Langkah ini diambil menyusul tingginya harga daging dan kecenderungan kenaikan harga selama periode perayaan keagamaan tersebut.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh, memimpin rapat tingkat tinggi pengendalian inflasi di Banda Aceh, Rabu (25/9). Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga stok dan stabilitas harga, terutama untuk komoditas daging.

“Kita akan memasuki peringatan Maulid yang cenderung panjang di Aceh, hingga empat bulan ke depan. Pastikan ketersediaan daging untuk menghindari lonjakan harga, mengingat harga daging di Aceh sudah tinggi, rata-rata Rp150 ribu per kilogram. Ini harus kita antisipasi,” kata Mualem.

Meskipun stok beras di Aceh dinyatakan cukup bahkan mampu mengekspor hingga empat ribu ton ke daerah lain, Mualem meminta jajarannya mempermudah para petani. Salah satunya dengan mendata dan memperbaiki waduk serta embung. “Langkah ini perlu dilakukan untuk membantu sawah tadah hujan, agar para petani Aceh bisa bekerja lebih efektif dan produktif,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, inflasi tahunan (yoy) Aceh pada Agustus 2025 mencapai 3,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,81. Sementara inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,78 persen dan inflasi year-to-date (ytd) sebesar 3,36 persen.

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menyatakan, TPID dan dinas terkait akan segera membenahi rantai pasokan yang sering menjadi pemicu inflasi, khususnya selama bulan Maulid. Pemerintah Aceh juga menambah anggaran operasi pasar sebesar Rp2,5 miliar.

“Kami akan dibantu oleh Bank Aceh Syariah, Bank Indonesia, dan berkoordinasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI),” kata Nasir. Selain itu, pemerintah menyiapkan pasar murah dan pasar tani di Banda Aceh serta kabupaten/kota dengan inflasi tertinggi.

Intervensi khusus juga akan dilakukan pada komoditas penyumbang inflasi. Pemerintah Aceh akan memberikan subsidi biaya angkut untuk petani dengan dukungan dana CSR dari BI dan Bank Aceh. “Kami mengingatkan agar ketersediaan bahan pokok seperti beras, cabai merah, dan bawang merah tetap terjaga,” tegas Nasir.

Ia juga menekankan pentingnya penambahan suplai daging, baik dari dalam maupun luar negeri, terutama daging beku, untuk memenuhi kebutuhan selama peringatan Maulid. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah Aceh berkomitmen memastikan stabilitas ekonomi selama periode perayaan keagamaan yang berlangsung lama tersebut. Semua pihak terkait diinstruksikan bekerja cepat dan terkoordinasi untuk menghindari gejolak harga yang tidak diperlukan.

Sumber: ANTARA

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News