Acehjurnal.com – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Aceh, Marlina Usman, menyalurkan bantuan 8,1 ton ikan segar kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tengah. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Kegiatan berlangsung di Desa Kenawat, Kecamatan Lut Tawar, pada Senin, 25 Agustus 2025. Bantuan ikan segar tersebut ditujukan untuk mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah setempat.
Marlina Usman menegaskan pentingnya membiasakan konsumsi ikan sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Hal ini dinilai krusial untuk melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
“Jangan lupa anak kasih ikan, supaya sehat dan cerdas. Kalau sudah 4 tahun, anak juga harus belajar di PAUD agar gizi dan pendidikannya seimbang,” ujar Marlina dalam sambutannya.
Bantuan tersebut menjadi yang terbesar se-Aceh dengan total 810 paket yang disalurkan. Sebanyak 1.310 penerima manfaat mendapat bagian dari program ini melalui koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Tengah.
Selain fokus pada pencegahan stunting, Marlina juga menyebut bahwa penyaluran ikan segar ini turut membantu mengendalikan inflasi pangan di daerah. Ikan sebagai sumber protein terjangkau diharapkan dapat stabilkan harga pangan.
“Harapannya, masyarakat terbiasa mengonsumsi ikan sebagai sumber protein utama, agar lahir generasi Aceh yang lebih sehat,” pungkasnya.
Program Gemarikan Forikan Aceh ini diharapkan dapat berkelanjutan dan diperluas jangkauannya ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan terus dioptimalkan untuk kesuksesan program.
Pemerintah daerah setempat menyambut positif inisiatif ini dan berkomitmen mendukung pelaksanaannya di lapangan. Sinergi antarinstansi menjadi kunci efektivitas penyaluran bantuan tersebut.
Masyarakat penerima manfaat mengapresiasi bantuan yang diberikan dan berharap dapat meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga. Kesadaran akan pentingnya gizi dari ikan terus disosialisasikan.
Kegiatan penyaluran ikan segar ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menangani masalah gizi dan pangan. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus ditingkatkan.
Sumber: AJNN.net



