Acehjurnal.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 53 kali gempa bumi terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir, dari Kamis hingga Jumat (22/8/2025). Data tersebut mencakup serangkaian gempa susulan di Kabupaten Bekasi dan Poso, serta gempa berkekuatan signifikan di Aceh dan Papua.
Gempa pertama tercatat di Kabupaten Bekasi pada Rabu pukul 06.05 WIB dengan magnitudo 3,3. Pusat gempa berada di 16 kilometer tenggara Bekasi, Jawa Barat. Dua jam kemudian, wilayah yang sama kembali diguncang gempa susulan berkekuatan 2,6 pada pukul 08.39 WIB.
Sementara itu, wilayah Poso, Sulawesi Tengah, mengalami rangkaian gempa susulan yang cukup intens. Gempa awal terjadi pukul 08.12 WIB dengan magnitudo 2,8, disusul gempa berkekuatan 3,8 pada pukul 08.29 WIB. Aktivitas gempa di Poso terus berlanjut hingga pagi hari dengan magnitudo bervariasi antara 2,2 hingga 3,8.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan, “Aktivitas gempa yang tercatat dalam 24 jam terakhir didominasi oleh gempa-gempa kecil dan menengah. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.”
Gempa berkekuatan menengah juga terjadi di Aceh dengan magnitudo 4,8 pada pukul 13.27 WIB. Pusat gempa terletak di laut, 404 kilometer barat daya Sinabang, Aceh. Sementara di Papua, gempa berkekuatan 4,6 mengguncang Sarmi pada pukul 14.59 WIB.
Wilayah lain yang mengalami guncangan gempa antara lain Melonguane (Sulut), Purbalingga (Jateng), Sukabumi (Jabar), Labuan Bajo (NTT), Jayapura (Papua), Bima (NTB), dan beberapa wilayah lain di Indonesia. Magnitudo gempa tersebut bervariasi dari 1,7 hingga 4,8.
BMKG menegaskan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik yang biasa terjadi di wilayah Indonesia karena berada di kawasan ring of fire. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia. “Kami terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan akan memberikan peringatan dini jika diperlukan,” tambah Daryono.
Sumber: CNBC Indonesia



