BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Indonesia masih terus berjuang untuk memulihkan kembali ekosistem hutan bakau (mangrove). Pasalnya, kondisi hutan bakau di seluruh provinsi saat ini sedang kritis. Berbagai upaya pemulihan terus dilakukan dengan cara rehabilitasi oleh Pemerintah Indonesia, salahsatunya di Aceh.
Salah satunya aksi penanaman mangrove yang dilakukan pemuda peduli nyata (Daduta) Aceh. Program yang dicanangkan oleh Agam Inong Aceh 2023 ini berorientasi pada tiga pillar, yakni lingkungan, sosial dan budaya.
Aksi peduli nyata ini dilaksanakan Daduta dalam rangka menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda ke-95. Sebanyak 150 pohon mangrove ditanam di wilayah pesisir Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (29/10/2023). Dengan semangat kepemudaan inilah mereka bergandengan tangan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Aksi peduli lingkungan yang mengusup konsep “green lifestyle” ini melibatkan 53 orang dari lintas komunitas.
BACA JUGA : Senja di Alue Naga dan Kisah Warganya Yang Bangkit Usai Tsunami
Perlu diketahui, Gampong Alue Naga merupakan salah satu pemukiman yang berlokasi di wilayah Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Gampong kecil yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan ini berjarak sekitar 15 kilometer atau kurang lebih 20 menit perjalanan dari kota Banda Aceh.
Saat tsunami menghantam Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, desa ini termasuk salah satu zona terparah dihantam gelombang mahadahsyat tersebut. Kendati demikian, warga setempat perlahan-lahan mulai mengembalikan kepercayaannya kepada alam. Rasa syukur inilah yang menjadi semangat baru untuk mengatasi trauma mereka dan menghidupkan kembali pantai yang menjadi sumber ekonomi utama.
Raisya Almadea Irham, Inong Aceh 2023 mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan peduli lingkungan. Rara-sapaan akrabnya mengaku, penanaman pohon ini juga memberikan manfaat bagi masa depan, utamanya mengurangi dampak bencana alam, seperti badai maupun banjir.
”Semoga aksi kami ini bisa membantu ekowisata mangrove di pesisir Aceh. Dan, mencegahnya dari bencana alam,” ucap Rara saat ditemui di lokasi penanaman mangrove.
Dalam aksi penanaman mangrove ini, Daduta juga ikut mengkampanyekan ajang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang mengusung konsep ramah lingkungan dan bebas plastik. Selama aksi penanaman mangrove itu, peserta diwajibkan membawa tumbler sendiri serta ikut membersihkan sampah plastik di bibir pantai. []



