HELSINKI – Mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari dikabarkan meninggal dunia pada Senin (16/10/2023). Kabar meninggalnya sang mediator perdamaian MoU Helsinki antara Pemerintan RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini disampaikan pada akun Twitter @cmioffice, laman Twitter resmi miliknya Crisis Management Initiative (CMI).
Dalam unggahan laman situs CMI.fi menyebutkan bahwa, Martti menghembuskan nafas terakhir di usia 86 tahun.
Dilansir laman CNBCIndonesia, Martti sempat dilaporkan dua kali terpapar virus Covid-19 pada Desember 2021 lalu.
Tim penengah juru runding RI-GAM ini dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2008. Pria yang menjadi presiden Negeri Suomi dari tahun 1994 hingga 2000 itu mendapatkan Nobel atas karyanya untuk mengakhiri konflik di Indonesia, Namibia, Irlandia Utara dan Balkan.
Atas kontribusinya, perundingan perdamaian antara Indonesia dan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) diadakan di Helsinki pada 15 Agustus 2005 atau beberapa bulan setelah bencana Tsunami Aceh.
Athisaari menyaksikan langsung penandatanganan MoU perdamaian itu yang dilakukan perwakilan RI yang dipimpin Hamid Awaluddin dan perwakilan GAM yang dikomandoi Malik Mahmud.
Dalam perjanjian yang berisi 71 butir itu, RI dan GAM sepakat untuk memberikan Aceh otonomi khusus untuk mengurusi kewenangan dalam semua sektor publik kecuali hubungan luar negeri, pertahanan luar, keamanan nasional, keuangan, kehakiman dan kebebasan beragama. []