HomeHukumTakziah ke Kediaman Almarhum Imam Masykur, Mualem : Nyawa Dibayar dengan Nyawa

Takziah ke Kediaman Almarhum Imam Masykur, Mualem : Nyawa Dibayar dengan Nyawa

Bireuen | AcehJurnal.com – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), H. Muzakir Manaf beserta rombongannya mengunjungi rumah duka Imam Masykur di Gampong Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Kamis (31/08/2023) malam.

Kunjungan sapaan akrab Mualem ini beserta rombongannya disambut hangat keluarga almarhum Imam Masykur. Dalam kunjungan ini, Mualem turut didampingi istri, Marlina Usman atau akrab disapa Kak Na, Ketua KPA Bireuen, Darwis Jeunieb dan sejumlah anggota KPA, Panglima Sagoe dan pengurus Partai Aceh wilayah Bireuen.

Pantauan AcehJurnal.com, kedatangan Mualem beserta rombongannya sekira pukul 21.00 WIB disambut tangis haru ibunda almarhum, Fauziah. Bahkan, pihak keluarga turut memohon kepada Mualem untuk ikut membantu mengawal kasus yang tertimpa keluarganya.

“Alhamdulillah, kamoe ngoen izin Allah katroek meulangkah keunoe. Lakee meu’ah beurayeuk that banleuh loen woe bak nikah aneuk bang Yan (Sofyan Daod). (Alhamdulillah, dengan izin Allah kami sudah sampai kemari. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kami baru kembali dari pesta pernikahan putri Bang Yan (Sofyan Daod),” ujar Mualem kepada ibunda almarhum Imam Masykur.

BACA JUGA : Warga Aceh Disiksa Hingga Meninggal Dunia oleh Oknum Paspampres, Mualem Minta Jokowi Hukum Pelaku Seberat-Beratnya

Setiba di rumah duka, Mualem beserta rombongannya langsung menggelar doa bersama untuk almarhum Imam Masykur. Usai menggelar doa bersama, Mualem mengaku ikut prihatin atas kasus yang menimpa almarhum. Mualem mengaku siap membantu mengawal kasus ini hingga selesai.

“Semoga keluarga diberikan ketabahan dan tegar dalam musibah ini. Alhamdulillah, respon dan rasa simpatik masyarakat baik dari Aceh maupun luar Aceh kepada almarhum semakin meningkat. Harapan kita semoga pelaku diberikan hukuman yang setimpal, tuntutan kita agar pelaku biadab ini dihukum mati,” ujar Mualem tegas.

“Dalam hukum qishas jelas disebutkan bahwa, nyawa harus dibayar dengan nyawa. Semoga almarhum mendapat syafa’at dan diampuni segala dosanya,” tambahnya lagi.

Warga Aceh, Imam Masykur (25) tewas setelah disiksa oleh oknum paspampres yang meminta tebusan Rp 50 juta.Imam Masykur adalah warga Gampong Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Kabarnya, korban awalnya diculik oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota tim pengawal Presiden Jokowi. Bahkan, pelaku mengancam akan membunuh Imam Masykur jika keluarganya tidak mengirimkan uang sebesar Rp 50 juta.

Keluarga Imam Masykur tidak bisa memenuhi permintaan itu karena tidak memiliki uang sebanyak itu. Akibatnya, Imam Masykur mengalami penyiksaan yang sadis dan kejam hingga nyawanya tidak tertolong.

Jenazah Imam Masykur diserahkan di RSPAD Jakarta Pusat pada 24 Agustus 2023. Namun, kasus ini baru terungkap pada Sabtu (26/8/2023) malam.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Peralihan Aceh, Muzakir Manaf mengaku berang atas sikap pelaku. Sapaan akrab Mualem ini meminta pelaku agar segera diberhentikan secara tidak hormat serta dihukum seberat-beratnya. Mualem awalanya mendapat informasi jika oknum Paspampres yang terlibat tersebut adalah Praka RM dan dua rekannya.

“Paspampres seharusnya melindungi Presiden dan rakyat, bukan malah membunuh warga Aceh yang tidak bersalah. Kita meminta kepada Presiden Jokowi agar pelaku dipecat secara tidak hormat dan dihukum seberat-beratnya,” ujar Mualem dengan tegas kepada AcehJurnal.com , Minggu (27/08/2023). []

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News