HomeDaerahMencicipi Legitnya Durian Jatuh dari Pohon di Lamsujen

Mencicipi Legitnya Durian Jatuh dari Pohon di Lamsujen

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM – Mencicipi buah durian langsung dari kebunnya menjadi daya tarik sendiri. Selain menikmati legitnya durian, pengunjung juga dapat berpetualang ke kawasan perbukitan dengan pemandangan alam indah nan sejuk dan gemercik air sungai tanpa jeda. Sensasi ini dapat Anda rasakan ketika mengunjungi Gampong Lamsujen Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.
Disini, nikmatnya buah durian kian sempurna karena baru saja jatuh dari pohonnya. Apalagi disajikan dengan hamparan pohon durian luas yang tumbuh alami di kaki bukit. Durian Lhoong merupakan durian alam yang berusia lebih dari 30 tahun, dan memiliki cita rasa buah legit dan kualitas terbaik.
Keseruan menunggu durian jatuh tak lengkap rasa berkunjung ke desa ini. Desauan angin sepoi-sepoi dan jernihnya air sungai Lamsujen menjadikan tempat ini cocok tujuan rekreasi bersama keluarga maupun sahabat.
Desa Lamsujen ini menjadi ramai dikunjungi warga saat akhir pekan. Pantauan saya, Minggu (24/7/2022), sejumlah mobil mewah terlihat terparkir rapi di pinggir jalan. Mobil itu umumnya milik warga Kota Banda Aceh yang sengaja berkunjung ke Gampong Lamsujen untuk berburu durian.
Untuk harga buah durian yang ditawarkan bervariasi. Mulai dari harga Rp30 ribu hingga Rp60 ribu. Ini sangat ditentukan oleh ukuran buah durian itu sendiri.
“Untuk harga variasi dari ukurannya, jadi pengunjung bisa memesan dan datang langsung ke lokasi,” ujar Sofyan selaku warga setempat.
Salah satu pengunjung, Fadhil mengaku senang bisa menikmati langsung legitnya durian Lamsujen dengan suasana alam pedesaan.
“Sebelumnya kita sering liat info ini viral di Instagram, masuknya kemari pun enggak bayar. Pohoknya seru, makan durian langsung dari pohonnya, manisnya mantap dan legit,” ujar Fadhil.
Jika hendak berkunjung kemari, siapkan ponsel dengan baterai penuh atau baterai kamera yang memadai. Sebab pemandangan eksotik alam perbukitan sangat sayang untuk dilewatkan sebagai objek latar foto.
Untuk tiba di sini pengujung hanya butuh waktu tempuh sekira 45 menit dari pusat kota Banda Aceh dengan kecepatan dipacu rata-rata 70 km/jam. Bagi yang bertamasya kemari, pengunjung juga tidak dipungut biaya dan selalu diingatkan jaga keselamatan saat berada di puncak bukit. []

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News