PIDIE | ACEHJURNAL.COM – Warga mengeluhkan dump truk pengangkut galian C yang melintas di ruas jalan rusak Tangse – Meulaboh, Aceh Barat. Keberadaan dump truck tersebut sangat meresahkan. Karena kerap mengganggu pengguna jalan dari dua arah yang melintas di jalan nasional. Apalagi, dump truck yang mengangkut material di bagian belakang truk tidak ditutup. Sehingga bisa mengamcam keselamatan warga. Terutama membahayakan keselamatan para pengguna jalan saat melintas berbarengan dengan dump truck.
Hal ini disampaikan Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail saat meninjau langsung kondisi jalan nasional Tangse – Geumpang di kawasan Geunie Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie pada Jumat (13/1).
“Selama ini banyak warga yang mengeluh keberadaan dump truck pengangkut material ini. Selain membahayakan pengendara, badan jalan yang menghubungkan Tangse – Geumpang juga rusak,” kata Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail kepada AcehJurnal.com via telepon seluler, Sabtu (14/1/2023).
Politisi muda Partai Aceh ini menjelaskan, keberadaan dump truck pengangkut material itu juga berpotensi merusak lingkungan. Sebab, material yang diangkut melebihi kapasitas atau tonase serta rembesan air dari pengangkutan mengakibatkan kerusakan jalan sangat parah. Begitu juga halnya ketidaknyamanan pengguna jalan sepanjang jalan tersebut yang di perkirakan sepanjang 2 kilometer.
“Memang faktanya demikian sekitar 40 truk berbadan besar setiap hari lalu-lalang di lintasan ini untuk mengangkut material batu dari beberapa titik galian C. Mulai dari Lhok Keutapang hingga Geunie dimana material yang diangkut siang malam diambil dari sungai Tangse itu kerap menggangu warga,” ujar Mahfuddin Ismail.
Ia berharap, seharusnya material tersebut harus disiapkan atau ditumpukan terlebih dahulu oleh perusahaan pemenang proyek. Tujuannya agar material tersebut kering terlebih dahulu baru kemudian di angkut dengan truk berbadan besar yang melebihi tonase. Sehingga rembesan air dari material tersebut tentu akan membuat badan jalan semakin rusak parah apalagi di angkut dengan truek berbadan besar.
Ia juga meminta kerjasama yang baik kepada pengelola Waduk Rumoh, baik Project Manager PT Warsita Karya, PT. Nidya Karya, PT. Adhi Karya untuk menyusun SOP yang berstandar dengan memperhatikan kerusakan lingkungan baik badan jalan maupun sungai.
“Besok kami akan menyurati semua pengolah project waduk rumoh agar mereka juga peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ini penting di lakukan, jangan sampai pembangunan program baru dikebut dan merusak program lama yang sudah di nikmati masyarakat,” pungkasnya. []