Walikota Banda Aceh Tegaskan Tidak Ada Larangan Peringatan Maulid

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...

Seorang Polisi Ditemukan Meninggal Tergantung di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe digegerkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat yang kemudian diketahui berinisial FH tersebut...

Marthunis : UU Ciptaker Beri Peluang Investasi di Aceh, Khususnya UMKM

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Undang-Undang Cipta Kerja menciptakan berbagai peluang investasi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menegaskan tidak akan melarang warganya untuk merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Hanya saja, warga dihimbau agar menerapkan protokol kesehatan.

“Saya imbau bahwa tidak ada yang melarang, atau pun menghentikan perayaan maulid Rasulullah SAW,” ucap Aminullah, Jumat (23/10).

Namun, dalam perayaannya Aminullah memohon kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, saat ini Banda Aceh tengah berkutat di zona orange, Aminullah berharap pada akhir tahun ini, ibukota Provinsi Aceh ini bisa beraktivitas dengan normal jika sudah dikategorikan ke dalam zona hijau.

“Kami (pemerintah kota) sangat prihatin akan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi jika kita tidak waspada ketat. Menjalankan prokes dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan merupakan saran dan usulan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh,” kata Aminullah.

Ia mengungkapkan, kasus Covid 19 saat ini yang terbanyak di Aceh ada di Kota Banda Aceh. Setiap hari ada saja penambahan kasus positif walau diselingi dengan bertambahnya juga yang sembuh.

Hingga Kamis, 22 Oktober 2020 kemarin per pukul 12.00 WIB, ada penambahan 21 kasus positif dan secara akumulasi menjadi 1941 kasus (0.8%). Sedangkan dalam proses perawatan total sebanyak 346 (17.8%) orang, bertambah 10 orang dari satu hari sebelumnya. Angka kesembuhan sendiri tak kalah dengan kasus positif setiap harinya, yakni secara akumulasi 1527 (78.7%), bertambah 22 orang per Kamis kemarin. Dan meninggal dunia masih nihil, atau tidak ada penambahan.

Tak ingin lebih lagi, Aminullah meminta kepada masyarakat untuk terus menahan diri agar mengurangi aktivitas yang tidak penting di luar rumah sementara waktu.

“Boleh saja beraktivitas, namun waspada tetap perlu. Tetap laksanakan prokes 4M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, hanya ini obat penangkalnya sampai saat ini,” kata Aminullah.

Untuk itu, wali kota pun meminta masyarakat memaklumi kondisi saat ini di tengah wabah yang terjadi di negeri ini, bahkan yang sedang dihadapi seluruh dunia ini.

Dalam perayaan maulid kali ini, Aminullah mengatakan akan berembuk kembali dengan Forkopimda Banda Aceh untuk berbicara mekanisme di lapangan.

“Dalam waktu cepat kita akan tentukan, bagaimana pun maulid tetap berjalan, tapi tetap waspada dan dengan menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Keputusan terkait konsep peringatan maulid di tengah kondisi pandemi nantinya akan dikeluarkan dalam bentuk imbauan oleh Forkopimda Banda Aceh dan akan diteruskan hingga ke gampong-gampong untuk dipedomani. Mengingat pada rapat sebelumnya, masih banyak kekurangan dan belum final, tutup wali kota.

Sebelumnya, dalam rapat Forkopimda Banda Aceh bersama Pemko pada Rabu (21/10) lalu, di Balai Keurukon lingkungan Balai Kota, telah sepakat Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dirayakan namun diimbau untuk tidak mengumpulkan massa, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Banda Aceh.

Dalam rapat tersebut juga disarankan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan di awal tahun 2021. Mengingat perayaan maulid di Aceh yang diperingati lebih dari 3 bulan, diperkirakan akhir maulid nanti (awal tahun 2021), dengan harapan besar Covid-19 telah berakhir.[]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...