Acehjurnal.com – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-10 di Vladivostok, Rusia, pada 3–6 September 2025. Forum tahunan ini bertujuan mendorong investasi asing di kawasan Timur Rusia.
Dalam sesi bertajuk The Greater Eurasian Partnership New Paradigms for the Continent’s Development, Kamis (4/9/2025), Malik Mahmud menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Rusia dan Yayasan Roscongress atas undangan yang diberikan. Forum ini menjadi ajang penting untuk memperluas kerja sama ekonomi.
Malik Mahmud juga menyampaikan simpati mendalam kepada masyarakat Semenanjung Kamchatka yang baru saja dilanda gempa dan tsunami. Rakyat Aceh turut merasakan duka tersebut karena pengalaman serupa pada tahun 2004.
“Rakyat Aceh turut merasakan duka ini, karena kami juga pernah mengalami tsunami besar tahun 2004. Kami berdiri dalam solidaritas bersama Anda,” ujar Malik Mahmud dalam forum tersebut.
Keikutsertaan Aceh dalam forum ini menunjukkan komitmen untuk membuka peluang investasi dan kerja sama internasional. EEF sendiri telah diselenggarakan sejak tahun 2015 dan menjadi wadah strategis bagi pembahasan pengembangan ekonomi.
Kehadiran Wali Nanggroe di ajang internasional ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Aceh sebagai destinasi investasi. Forum tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Melalui paparan dan dialog yang dilakukan, Malik Mahmud memperkenalkan potensi dan peluang investasi yang ada di Aceh. Hal ini sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi pascakonflik dan bencana.
Partisipasi Aceh dalam EEF juga mencerminkan upaya untuk membangun jaringan ekonomi yang lebih luas. Forum ini memberikan platform untuk menjajaki kerja sama dengan investor dari berbagai belahan dunia.
Dukungan solidaritas yang disampaikan Malik Mahmud kepada korban bencana di Kamchatka menunjukkan sisi humanis dalam diplomasi internasional. Pesan ini mendapat apresiasi dari para peserta forum.
Ke depan, diharapkan kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan kunjungan balik dan realisasi investasi. Aceh memiliki banyak sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional.
Forum Ekonomi Timur Rusia menjadi momen penting bagi Aceh untuk memperkenalkan diri di kancah global. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Dengan demikian, keikutsertaan Wali Nanggroe dalam EEF tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif dalam mempromosikan Aceh. Hal ini diharapkan membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan di daerah.
Sumber: Popularitas.com



