HomeDaerahViral Wanita Tinggal di Kolong Jembatan Medan, Dinsos Aceh : Bukan Warga...
Viral Wanita Tinggal di Kolong Jembatan Medan, Dinsos Aceh : Bukan Warga Kita
Banda Aceh | AcehJurnal.com – Warganet dihebohkan viralnya satu keluarga tinggal di bawah kolong jembatan Sungai Deli kota Medan Sumatera Utara. Kisah keluarga ini mendadak viral setelah diunggah disejumlah akun media sosial. Salah satunya akun instagram @beritakotamedan, Jumat (30/7/2021) lalu.
Kabarnya, keluarga asal Kabupaten Pidi ini sudah 3 tahun tinggal di bawah kolong jembatan, tepatnya sebelum pandemi Covid-19. Mereka memilih tinggal disana lantaran tidak sanggup lagi membayar uang sewa murah. Malangnya lagi, jangankan untuk membayar sewa rumah, biaya kebutuhan makan sehari-hari saja tidak cukup.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh angkat bicara. Berdasarkan hasil penelusuran Dinsos Aceh, mereka yang mengaku korban tsunami itu bukanlah warga Aceh. Kepala Dinas Sosial Aceh, Yusrizal mengatakan, kepastian itu berdasarkan data hasil klarifikasi dari Dinas Sosial kota Medan.
“Hasil penelusuran tim Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Medan diketahui bahwa perempuan yang ada dalam video viral tersebut bukanlah warga Aceh,” kata Kepala Dinas Sosial Aceh, Yusrizal pada Rabu (4/8/2021).
Selain itu, tim TKSK Medan juga turut memberikan data individu berbeda. Selain itu, Dinsos Aceh juga menemukan data seorang pria lajang asal Aceh yang tinggal di bawah kolong jembatan di Medan. Pria itu bernama Fuad, warga Gampong Pulo Panyang Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen.
“Fuad mengaku sudah berada di Medan sejak tahun 2006. Ia mulai tinggal di bawah kolong jembatan sejak tahun 2009. Sehari-hari, ia mengumpulkan botol barang bekas untuk kebutuhan hidup,” kata Yusrizal.
Yusrizal mengatakan, Dinsos Aceh telah berkoordinasi dengan Dinsos Kota Medan untuk memfasilitasi kepulangan pria asal Bireuen tersebut. Selanjutnya, Pemerintah Aceh juga akan mengumpulkan data dan informasi Fuad untuk kebutuhan administrasi selanjutnya. Sehingga ia nantinya akan mendapatkan bantuan modal usaha setiba di Aceh.
“Nanti akan diberikan modal usaha ekonomi produktif dan diberikan pelatihan keterampilan,” pungkasnya. []
- Advertisement -