Viral soal Selain Vaksin Sinovac Hukumnya Haram, Ini Kata Wakil Ketua MPU Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Warganet dihebohkan dengan beredarnya video Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H. Faisal Ali terkait hukum vaksinasi. Video berdurasi 09.50 menit ini, sapan akrab Lem Faisal ini menyatakan bahwa selain vaksin sinovac hukumnya haram.
“Yang halal itu Sinovac, dan suci. Yang lainnya itu bernajis,” demikian kata Lem Faisal dalam rekaman video dikutip AcehJurnal.com, Senin (27/9/2021).
Menanggapi beredarnya video itu, Lem Faisal membenarkan kabar tersebut. Kendati demikian, ia menyayangkan beredarnya rekaman video itu sehingga menimbulkan kontroversi di kalangan publik.
“Video itu saat saya melakukan pengajian di Indrapuri beberapa bulan lalu,” kata Lem Faisal.
Menurutnya, status kehalalan vaksin Sinovac sudah dikaji lebih dalam oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Atas dasar itulah, MPU Aceh meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap vaksin Covid-19 buatan Sinovac.
“Jangan ada keraguan di masyarakat Aceh tentang status hukum vaksin Sinovac. Vaksin ini jelas bersih, aman, halal dan suci,” tambahnya.
Lem Faisal menjelaskan, hasil kajian MUI Pusat bahwa dalam pengembangan vaksin Sinovac ini tidak ada sedikit pun yang menyentuh dengan hal-hal najis mughallazah, yaitu dengan babi, anjing dan unsur-unsur manusia. Atas dasar itulah, MPU Aceh meminta kepada Pemerintah bahwa vaksin Covid-19 yang boleh digunakan oleh masyarakat Aceh adalah vaksin Sinovac.
Advertisement

Kendati demikian, MPU Aceh juga tidak mempermasalhkan jika ada vaksinasi lain yang beredar di masyarakat. Ia mencontohkan vaksinasi moderna yang digunakan untuk tenaga kesehatan (nakes) diperbolehkan karena sudah darurat. Begitu juga dibolehkan bagi masyarakat lainnya jika wabah Covid-19 di daerah tersebut semakin parah. Ini semata-mata sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan nyawa manusia.
“Bagi tenaga kesehatan silahkan saja (moderna-red), karena tugas mereka sangat berat. Begitu juga berlaku bagi masyarakat jika sudah dalam masa darurat. Ini sejalan dengan Fatwa MUI Pusat bahwa vaksin moderna atau jenis lainnya boleh digunakan jika sudah darurat,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT