Acehjurnal.com – Pemerintah Kota Banda Aceh berhasil menyelesaikan sebagian besar beban utang daerah dalam 100 hari kerja pertama kepemimpinan Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal. Dari total utang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa sebesar Rp49 miliar, kini hanya tersisa sekitar Rp1,7 miliar.
Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal menyatakan, sisa utang tersebut ditargetkan dapat dilunasi dalam waktu empat bulan ke depan. “Alhamdulillah utang pemerintah kota hampir seluruhnya selesai. Utang rumah sakit yang awalnya Rp49 miliar kini hanya tinggal sekitar Rp1,7 miliar, dan Insya Allah bisa tuntas dalam waktu dekat,” ujar Illiza, Selasa (19/8/2025).
Meski utang lama hampir tuntas, Illiza mengakui adanya potensi utang baru terkait pembayaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Ia menjelaskan bahwa kemampuan keuangan daerah saat ini belum sepenuhnya mampu menutupi kebutuhan gaji P3K setara dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kita rapat berulang kali, tapi memang belum ada titik temu. Kalau harus membayar penuh setara ASN, kemampuan daerah tidak mencukupi. Namun kalau dibayarkan sesuai kemampuan daerah, Insya Allah bisa tanpa menambah utang,” jelas Illiza.
Pemerintah Kota saat ini tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi terbaik. Tujuannya agar pengangkatan P3K tetap dapat berjalan tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Illiza menegaskan komitmennya untuk tetap mengangkat P3K meski dengan skema pembayaran yang disesuaikan kemampuan keuangan. “Bagi kami, lebih berat risikonya kalau masyarakat tidak bisa makan daripada soal sanksi administratif,” tegasnya.
Wali Kota optimistis Banda Aceh masih memiliki ruang fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas keuangan sekaligus memungkinkan pembayaran utang baru jika diperlukan.
Dengan demikian, pemerintah akan terus memprioritaskan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kesehatan anggaran. Kebijakan pembayaran P3K akan tetap memperhatikan kondisi finansial daerah.
Illiza berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat menghasilkan formula yang tepat untuk mengatasi tantangan pembiayaan P3K ini. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dinilai krusial untuk menemukan solusi berkelanjutan.
Penyelesaian utang RSUD Meuraxa menjadi prestasi signifikan dalam pengelolaan keuangan daerah. Kesuksesan ini menjadi fondasi untuk melanjutkan program-program pembangunan lainnya.
Pemerintah Kota berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Prinsip kehati-hatian akan diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan finansial.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Illiza yakin Banda Aceh dapat mempertahankan stabilitas fiskal sambil tetap memenuhi kewajibannya terhadap pegawai dan masyarakat.
Sumber: Theacehpost.com



