Tuai Kontroversi, Touring Moge Hari Damai Dibatalkan

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Bertindak Asusila, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Pemerintah Aceh resmi membatalkan kegiatan touring dalam rangka peringatan hari damai Aceh. Pembatalan ini terkait viralnya sejumlah pemberitaan di media massa dan media sosial yang berkenaan dengan surat Sekda Aceh Nomor 332 yang ditujukan kepada beberapa Bupati/Walikota perihal peringatan Hari Damai Aceh ke-15 tahun 2009. Dalam surat itu disebutkan bahwa dikeluarkannya surat tersebut berdasarkan surat permintaan dari Ketua Badan Reintergrasi Aceh (BRA) nomor 028/290/2020 tanggal 5 Juni 2020 perihal permintaan pemberitahuan kepada Bupati Walikota, yang ditujukan kepada Plt Gubernur Aceh dan surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua BRA, Fakhrurrazi Yusuf.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, di Banda Aceh, Kamis, (13/8) berdasarkan surat masuk di Biro Umum Setda Aceh.

Sekretaris BRA, Syukri M. Yusuf menjelaskan, sesuai masukan dari berbagai elemen masyarakat terkait kegiatan touring tersebut. Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA) selaku penanggung jawab administrasi keuangan memutuskan untuk membatalkan pelaksanaanya. Bahkan, sampai saat ini belum ada anggaran yang dicairkan untuk kegiatan touring itu.

“Peringatan Damai Aceh pada tahun ini kita isi dengan berbagai agenda, termasuk salah satunya yaitu acara touring. Namun demikian, dengan adanya berbagai masukan yang datang dari masyarakat, kami memutuskan untuk membatalkan,” kata Syukri M. Yusuf.

Menurutnya, acara touring tersebut tetap akan berjalan sesuai dengan agenda yang tela ditentukan pada Kamis (13/8). Namun demikian, lanjutnya, pelaksanaan agenda tersebut tidak lagi terkait dengan BRA dan tidak masuk lagi dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh. Syukri juga membantah sejumlah pemberitaan yang menyatakan jumlah anggaran yang dialokasikan untuk agenda touring bernilai Rp 305 Juta. Ia mengatakan, berdasarkan DPA Sekretariat

BRA, anggaran yang dialokasikan sebenarnya berjumlah Rp 267. 813. 796, guna menyemarakkan peringatan Hari Damai Tahun 2020.

“Total anggaran yang kita alokasikan untuk peringatan hari Damai Aceh ke 15 ini berjumlah Rp 1,5 miliar. Dana tersebut kita gunakan untuk sejumlah rangkaian kegiatan, nantinya agenda puncak akan kita gelar di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh pada tanggal 15 Agustus,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Bertindak Asusila, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Related Articles

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Bertindak Asusila, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...