Tolak Divaksin, ASN di Aceh Akan Dikenakan Sanksi, Tenaga Kontrak Dipecat

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Pemerintah Aceh mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengikuti vaksinasi Covid-19 PNS yang menolak divaksinasi bakal dikenai sanksi, sementara tenaga kontrak akan dipecat.

“Gubernur menegaskan, kepala satuan kerja perangkat Aceh dan ASN, tenaga kontrak, serta tenaga kerja outsourcing pada pemerintah Aceh mengikuti vaksinasi Covid-19 kecuali tidak memenuhi kriteria penerima vaksin,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto pada Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, instruksi itu langsung ditandatangani oleh Gubernur Aceh tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Seluruh PNS, Tenaga Kontrak, dan Outsourcing. Aturan itu diteken Nova pada Senin (7/6/2021).

Dalam instruksi itu,  juga diatur sanksi bagi yang menolak divaksinasi. Bagi PNS,  Pemerintah Aceh akan memberikan hukuman sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Selain itu, Nova juga meminta kepala SKPA dan pejabat struktural supaya melakukan pembinaan secara berjenjang dan pengawasan atas pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ASN. Selain itu, aturan wajib vaksin itu berlaku bagi tenaga kerja

Advertisement

outsourcing yang bekerja di instansi pemerintah Aceh.“Sementara tenaga kontrak pada pemerintah Aceh yang tidak bersedia mengikuti vaksinasi COVID-19 akan dijatuhi hukuman berupa pemberhentian sebagai tenaga kontrak,” tambah Muhammad Iswanto.

“Jika tidak mau divaksinasi, kontrak kerja antara pemerintah Aceh dengan pihak penyedia tenaga kerja akan diputuskan,” ujar Muhammad Iswanto.

Dia menyebutkan aturan itu dikeluarkan pemerintah Aceh untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Selain itu, Ingub dikeluarkan untuk memasifkan dan mempercepat proses vaksinasi.

Sejak beberapa hari lalu, kata Iswanto, pemerintah Aceh melakukan vaksinasi massal terhadap seluruh ASN. Program vaksinasi itu melibatkan TNI-Polri.

“Sampai kemarin, dalam lima hari pelaksanaan telah 3.200 orang divaksin. Artinya, mereka paham bahwa vaksin ini menjadi salah satu benteng awal melawan masuknya virus ke tubuh,” pungkasnya. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT