Tipee ala Cut Zahara Fona dan Heriyanti, Duo Diva Aceh Guncang se-Indonesia

Pada dekade 1970-an, Indonesia pernah dihebohkan dengan kebohongan besar. Atau bahasa kerennya sekarang adalah “Prank”. Konon, ada seorang wanita bernama Cut Zahara Fona mengaku mengandung janin ajaib. Perempuan asal Kabupaten Pidie ini mengaku janin yang dikandungnya itu bisa bicara. Bahkan mampu melafalkan ayat-ayat suci Alquran. Barang siapa yang hendak mendengar suara Kalam Ilahi itu, cukup menempelkan kuping ke perut si wanita yang sedang “hamil” tersebut.

Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian rakyat biasa. Banyak pejabat negara memercayainya. Masyarakat awam, ulama, pejabat tinggi, menteri, hingga wakil presiden percaya dengan keajaiban “janin” kandungan Cut Zahara Fona, yang bahkan sempat diundang ke Istana Wapres. Wakil Presiden Adam Malik ketika itu menempelkan kupingnya di perut Cut Zahara Fona untuk mendengar lantunan ayat suci Alquran. Bahkan menurut Menteri Agama KH Mohamad Dachlan,  Imam Syafi’ie berada dalam kandungan ibunya selama tiga tahun.

Suatu saat, Cut Zahara Fona dipertemukan dengan Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Berkat kejelian Ibu Tien Soeharto, sepak terjang Cut Zahara Fona pun berakhir. Setelah digeledah, ternyata di balik kainnya terselip tape recorder ukuran mini. Dari tape recorder itulah suara “janin mengaji” berasal. Pada era itu tape recorder merupakan barang baru yang belum dikenal luas oleh masyarakat.

Cut Zahara Fona sebetulnya sekadar cari uang dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ia menyimpan tape recorder yang dibungkus dan ditempelkan di perutnya. Pada 1970-an, tape recorder masih asing di Indonesia. Masyarakat Indonesia baru mengenal kotak ajaib yang mengeluarkan suara seperti radio atau televisi—itu pun belum banyak terlihat di rumah orang kebanyakan.

Kasus itu tak hanya diliput media dalam negeri. Media asing seperti BBC pun ramai memberitakannya.

Aktivitas bayi ajaib terhenti setelah tape recorder yang dipasang di dalam pakaian Cut Zahara ditemukan Polisi Komdak XIII Kalimantan Selatan yang memburunya di Kampung Gambut, 14 kilometer dari Kota Banjarmasin.

Advertisement

Polisi menyita tape recorder EL 3302/OOG berikut kaset rekaman suara tangisan bayi dan bacaan ayat-ayat suci Al Quran.

Kini, hampir 50 tahun setelah kasus penipuan Cut Zahara Fona, kita kembali dihebohkan oleh kasus “sumbangan Rp 2 Triliun” oleh Heriyanti. Sumbangan itu merupakan hibah dari ayahnya, Akidi Tio, seorang pengusaha sukses yang konon kabarnya pernah tinggal dan hidup di Aceh tepatnya di Kota Langsa. Melalui anaknya itu, mendiang Ayahnya ingin membantu masyarakat disaat kesusahan akibat pandemic Covid-19. Tak tanggung-tanggung, nilainya juga sangat fantastis, yakni Rp 2 Triliun.  Melalui dua orang Profesor Doktor, dan yang satunya pejabat Negara, dana 2 T itu akan disalurkan.

Tapi hari ini, ceritanya jadi lain, bantuan yang dijanjikan pun tak kunjung ada. Heriyanti anaknya Akidi Tio, dikabarkan sudah diamankan oleh pihak yang berwajib dan akan dikenakan pasal penghinaan terhadap negara.

Kita terlanjur hampir percaya, karena memang kondisi sedang susah, mungkin saja ada secercah harapan dari bantuan Rp 2 Triliun, walaupun kita belum tau bagaimana skema bantuannya. Namun apalah dikata, masyarakat tambah yakin, ketika awalnya bantuan itu akan diserahkan pada pimpinan sebuah lembaga yang menangani penegakan hukum di Indonesia.

Intinya, sudah ada dua orang dari Tanah Rencong yang berani mengarang cerita konyol di negeri ini. Dua-duanya Wanita. Namun ditengah pandemi, jaman susah begini, kita tertawa saja, jadikan lelucon ini sebagai cerita dongeng penambah imun.[Mirza Ferdian]

***Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber. Ilustrasi foto : Dok. Atjeh Gallery

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT