Tinjau Korban Banjir Rob di Meulaboh, Begini Respon DPRA Dapil 10

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM – Anggota DPR Aceh Dapil 10 menyerahkan bantuan bagi masyarakat korban musibah banjir rob di Kota Meulaboh. Seperti diketahui, banjir rob menerjang kawasan pesisir di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Hempasan air laut yang terjadi sejak Sabtu (11/7/2020) kemarin mengakibatkan puluhan unit rumah milik warga rusak. Hingga saat ini, rumah milik warga masih tertimbun pasir, bahkan sejumlah rumah juga dikabarkan rusak sehingga warga dievakuasi ke tenda darurat.

Menanggapi hal demikian, anggota DPR Aceh Dapil 10 segera mengambil sikap. Putra terbaik pantai Barat Selatan tersebut ikut meninjau langsung kondisi masyarakat pesisir pasca musibah.

“Alhamdulillah, dalam kunjungan ini kita turut menyerahkan bantuan masa panik bagi saudara kita yang tertimpa musibah banjir rob,” kata Tarmizi, SP, anggota DPR Aceh fraksi Partai Aceh, Minggu (12/7/2020).

Adapun anggota DPR Aceh yang turut hadir, yakni Tarmizi, SP, Azhar Abdurrahman, Fuadri, Edi Kamal, Herman, Zaini Bakri, Teuku Raja Keumangan dan Asip Amin. Tarmizi menjelaskan, saat ini ada lima desa yang terdampam musibah banjir rob, yakni gampong
Ujong Kalak, Kampung Belakang, Suak Ribe, Gampong Pasir, Suak Indra Puri.
Yg paling parah Gampong Pasir. Tingkat kerusakan, baik kategori parah maupu ringan mencapai mencapai 80 persen.

“Harapan kita ke depan agar pemerintah melalui instansi terkait segera membangun tanggul untuk menimalisir hantaman ombak akibat pasang purnama,” kata Tarmizi, SP.

Tarmizi menjelaskan, Pemkab Aceh Barat juga menawarkan kepada masyarakat untuk relokasi ke tanah pemda di Gampong Suak Ni. Tapi belum ada jawaban bersedia atau tidak dari masyarakat. Hal senada juga disampaikan anggota DPR Aceh, Azhar Abdurrahman. Ia meminta agar Pemkab Aceh Barat segera membuat solusi alternatif untuk menangani masyarakat pasca musibah banjir rob.

“Untuk saat ini, lebih baik saudara kita direlokasi dulu ke tempat yang aman. Jika sudah mendesak, pemerintah Aceh segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi alternatif. Salah satunya membangun tanggul pengaman di sepanjang garis pantai,” kata Azhar Abdurrahman. [Parlementaria]

Advertisement

Laporan : M. Akbar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT