Tim Pansus DPRA Temukan Banyak Proyek Otsus Bermasalah

Mentan Panen Raya di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya di Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Rabu (30/9)....

Kadisdik Aceh : Pembelajaran Yang Baik Akan Menghasilkan Lulusan Yang Berkualitas

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri memantau proses pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan di sejumlah Sekolah...

Warga Blang Pandak Kini Sudah Terhubung Jaringan Internet

SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Masyarakat Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pidie kini sudah etrhubung dengan dunia internasional. Pasalnya, desa yang terletak di kaki Gunung...

Lama Tak Berkabar, Enda ‘Ungu’ Jadi Tukang Jualan Kopi

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Franco Wellyjat Medjaya Kusumah atau yang dikenal dengan nama Nama Enda 'Ungu' sudah tidak asing lagi di dunia musik tanah...

Buka Muswil PA Aceh Singkil, Mualem : Terus Berbaur Besama Untuk Kemajuan Daerah  

SINGKIL | ACEHJURNAL.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf mengajak semua kader Partai Aceh di setiap kabupaten/kota agar...

 SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRA menemukan sejumlah realisasi proyek yang bersumber dana otonomi khusus tahun 2019 tidak sesuai perencanaan. Sejumlah temuan tersebut diketahui dari hasil peninjauan anggota DPRA Dapil 02 ke sejumlah lokasi di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

“Sejumlah temuan proyek tahun anggaran 2019 dari Otsus banyak sekali temuan di lapangan. Kebanyakan proyek-proyek tidak sesuai dengan perencanaan,” kata anggota DPR Aceh, M. Rizal Fahlevi Kirani, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, temuan itu nantinya akan menjadi catatan bagi tim pansus untuk dibawah ke sidang paripurna DPRA. Politisi muda dari PNA ini menjelaskan, diantara temuan proyek otsus bermasalah itu umumnya adalah proyek yang tidak sepenuhnya sesuai dengan perencanaan. Sehingga sarana yang dibangun tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Ia mencontohnya pembangunan jalan Tringgadeng – Bireuen dengan nilai kontrak senilai Rp 21 Miliar. Saat dilakukan peninjauan, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan sesuai standar kontrak. Sehingga menjadi temuan pihak Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) setelah dilakukan uji ketebalan jalan.

“Secara fisik memang sudah dilaksanakan. Namun kami sangat kecewa karena nyatanya tidak sesuai standar kontrak. Saat dicek oleh tim auditor BPK, terjadi kurang volume. Dari hasil uji jelas ada faktor kelalaian pengawasan dari PPTK dan unsur terkait,” kata Fahlevi Kirani.

Hal lain yang sangat beresiko adalah bahwa, pembangunan jalan ini dilakukan pada bekas rel kereta api. Ini merupakan aset milik PT Kereta Api. Padahal masih belum ada surat pembebasan lahan atau surat pengalihan aset dari PT. Kereta Api kepada Pemerintah Aceh.

Temuan selanjutnya adalah pembangunan jembatan Krueng Kiran ruas Tringgadeng – batas Bireuen.

Pembangunan dengan nilai kontrak senilai Rp 11 Miliar dengan hasil akhir jembatan rangka baja. Saat tim Pansus mengecek, pembangunan jembatan ini juga tidak sesuai dengan proses perencanaan.

Pada kedus sisi oprit, kondisi jalan sudah turun dan retak-retak. Padahal hanya baru beberapa bulan setelah selesai dikerjakan.

“Ini mengindikasikan pembangunan dilaksanakan bukan dengan kualitas standar. Padahal jembatan ini tidak banyak dilalui kendaraan, ini tidak boleh dibiarkan. Kita meminta kepada Dinas PUPR harus segera menindaklanjut hasil temuan ini,” kata Fahlevi Kirani lagi. [Parlementaria]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Mentan Panen Raya di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya di Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Rabu (30/9)....

Kadisdik Aceh : Pembelajaran Yang Baik Akan Menghasilkan Lulusan Yang Berkualitas

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri memantau proses pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan di sejumlah Sekolah...

Warga Blang Pandak Kini Sudah Terhubung Jaringan Internet

SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Masyarakat Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pidie kini sudah etrhubung dengan dunia internasional. Pasalnya, desa yang terletak di kaki Gunung...

Related Articles

Mentan Panen Raya di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya di Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Rabu (30/9)....

Kadisdik Aceh : Pembelajaran Yang Baik Akan Menghasilkan Lulusan Yang Berkualitas

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri memantau proses pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan di sejumlah Sekolah...

Warga Blang Pandak Kini Sudah Terhubung Jaringan Internet

SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Masyarakat Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pidie kini sudah etrhubung dengan dunia internasional. Pasalnya, desa yang terletak di kaki Gunung...