Tiga Pasangan ABG Ketahuan Pesta Seks, Wakil Bupati Pidie : Miris dan Memprihatinkan

SIGLI | ACEHJURNAL.COM –Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud menghimbau kepada seluruh pihak desa agar terus berpartisipasi aktif dalam menyelamatkan generasi muda. Salah satunya adalah menerapkan prinsip-prinsip agamis sebagai pageu gampong (pagar desa).

Pernyataan ini disampaikan Fadhlullah menyikapi penggerebekan enam remaja di Pidie karena menggelar pesta seks selama 4 hari di sebuah rumah kosong.

“Kejadian ini sungguh memprihatinkan bagi kita semua. Apalagi pelakunya masih dalam kategori anak-anak dibawah umur,” kata Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud via telepon seluler, Rabu (7/10).

Bang Fadhlu-sapaan akrabnya menjelaskan, berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pidie, keenam anak yang masih kategori dibawah umur tidak disebut sebagai pesta seks. Namun perbuatan mereka dianggap melanggar norma-norma kesusilaan.

“Kasus ini sangat miris dan memprihatinkan. Karena masih kategori dibawah umur, tidak pantas disebut pesta seks. Tapi perbuatan mereka sangat jelas melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku di Aceh,” kata Fadhlullah TM Daud.

Fadhlullah menekankan kepada seluruh aparatur desa agar terus bekerja ekstra dalam penguatan karakter dan mental anak-anak remaja. Salah satunya mengampanyekan aktif gerakan-gerakan pendidikan berbasis keagamaan, baik secara formal maupun informal. Menurutnya, pendalaman ajaran dan nilai-nilai spiritual harus menjadi pondasi awal dan kehidupan sehari-hari.

“Tak hanya mempelajari ilmu dan nilai agama, namun juga harus tetap mengamalkannya,” tambahnya.

Ia berharap, pihak aparatur desa harus lebih serius mengaktifkan dan sekaligus memakmurkan masjid-masjid maupun meunasah. Kendati di tengah pandemi covid-19, tetap disesuaikan dengan menerapkan protokoler medis sehingga generasi Aceh senantiasa mencintai dan memakmurkan masjid dan meunasah.

“Ini yang harus diprioritaskan. Tujuannya untuk mencegah berbagai perbuatan yang melanggar dari aturan sekecil mungkin. Apalagi kejadian yang kemarin itu sangat miris dan menjadi refleksi kita bersama agar degradasi moral seperti itu tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya, tiga pasangan remaja digerebek warga di sebuah rumah kosong di Kabupaten Pidie pada Kamsi (1/10) sekira pukul 03.00 WIB. Dalam penggerebekan itu, empat orang yang berhasil ditangkap masih berstatus dibawah umur. Dari hasil pengakuan, mereka sudah berhubungan badan layaknya suami istri masing-masing tiga kali.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian ketika dikonfirmasi mengaku, ketiga pasangan non muhrim telah menempati rumah kosong selama empat hari.

“Mereka sudah empat hari tinggal di rumah kosong itu. Rumah itu adalah milik orang tua salah satu tersangka,” kata Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT