Tertangkap Saat Transaksi Chip Domino, Empat Warga Terancam Hukum Jinayat 

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Sejumlah alim ulama Aceh resah akibat maraknya praktik judi online jenis Higg Domino. Keresahan ini disampaikan salah satu ulama Aceh, Teungku Abdurrahman alias Abu Keune saat berjumpa dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Ahmad Haydar beberapa hari terakhir. Dalam pertemuan itu, Abu Keune resah maraknya judi online jenis Domino yang merusak moral para pemuda terutama pelajar. Sehingga menjadikan atensi Kapolda Aceh untuk membasmi judi online di seluruh wilayah jajarannya.
Menanggapi hal itu, Tim Opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh bergerak cepat. Dua orang pria yang diduga sebagai agen judi online jenis chip game higgs domino, Jumat (17/9/2021) malam di Peunayong, Banda Aceh.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, SIK mengatakan, kedua pria yang diamankan berinisial KH (29) warga Pidie dan MA (22) warga Banda Aceh. Keduanya diamankan di sekitar pasar buah gampong Peunayong, Banda Aceh.
“Sebelum diamankan pria tersebut, petugas lebih awal mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan pria tersebut yang diduga sedang melakukan aksinya jual beli judi online,” kata Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, Minggu (19/9/2021).
Advertisement

Mendapat laporan warga, petugas bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud. Setiba disana, dua pelaku langsung ditangkap. Selain menangkap dua pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 4 unit handphone berbagai merk. Selanjutnya akun chip higgs domino sebanyak 87 B yang disimpan di dalam 1 Akun id penjual serta uang sebesar Rp 200 ribu rupiah.
“Jika ditaksir harga penjualan chip tersebut mencapai Rp. 5 juta lebih,” kata AKP M Ryan.
Pada Sabtu (18/9/2021), polisi kembali mengamankan dua pelaku saat transaksi jual beli chip Domino. Kedua pelaku ditangkap di kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng, Banda Aceh.
Keduanya warga Ulee Kareng berinisial IKR (22) sebagai agen dan MUS (35) sebagai pembeli. Disini petugas mengamankan barang bukti berupa empat unit handphone dan uang sebesar Rp 1,4 juta.
“Keempat pelaku kini telah kita mintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut di Polresta Banda Aceh,” tambahnya.
Mereka dijerat Pasal 18 Jo Pasal 20 Qanun Provinsi Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT