Temui DPRA, Audisensi Aliansi Mahasiswa Aceh Minta Perjuangkan Kekhususan Aceh

BANDA ACEH | ACEHJRUNAL.COM – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin menerima audiensi dari aliansi mahasiswa Aceh pada Kamis (23/7). Aliansi mahasiswa yang terdiri dari lintas kampus di Provinsi Aceh ini menyampaikan berbagai persoalan kekinian Aceh. Salah satunya kondisi Aceh, baik dari segi pendidikan, pemerataan pembangunan serta butir-butir perjuangan MoU Helsinki dari hasil perdamaian Aceh.

Dalam audiensi itu, turut hadir, Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, Ketua Komisi I DPR Aceh, Muhammad Yunus, anggota DPR Aceh, Tarmizi Panyang, Azhar Abdurrahman, Khalili, Bardan Sahidi sejumlah anggota DPR Aceh lainnya.

Juru bicara Aliansi Mahasiswa Aceh, Muhammad Fadhli dalam sambutannya menjelaskan, pihaknya ini mengetahui sejauh mana langkah-langkah dan peran DPR Aceh terkait berbagai persoalan di Aceh. Salah satunya terkait terwujudnya keadilan bagi korban pelanggaran HAM di Aceh dengan mendukung kinerja Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (KKR) Aceh.

“Kita juga mendorong DPR Aceh agar membentuk tim review RUU Omnibus Law untuk menyisir ancaman dan pemangkasan kewenangan Aceh. Begitu juga soal penyelesaian konflik pertahanan Aceh dengan mempercepat pengesahan Qanun Pertanahan Aceh. Selanjutnya soal evaluasi sistem pendidikan di Aceh menjadi semakin berkualitas, tentunya dengan bantuan beasiswa tepat sasaran bagi semua jenjang pendidikan,” kata Muhammad Fadhil.

Sementara itu, Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin dalam audiensinya menyambut baik usulan dari aliansi mahasiswa Aceh. Selaku wakil rakyat, politisi Partai Aceh ini tentu membutuhkamn masukan dan sumbangan saran, kritik dari seluruh masyarakat Aceh.

“Sebagai mahasiswa, kalian tidak boleh berhenti mengkritik pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif. Jika kalian berhentik mengkritik, maka pemerintah bisa kehilangan arah. Namun kritikan itu tentu harus disampaikan secara beretika dan penuh tanggungjawab,” kata Dahlan Jamaluddin.

Menurutnya, mahasiswa sebagai pemegang estafet Aceh ke depan merupakan bagain dari integral dari pembangunan. Antara pemerintah dengan mahasiswa adalah satu tim elemen Aceh namun dengan tupoksi berbeda.

“Jadi mari kita sama-sama satukan mimpi dalam membangun Aceh ini. Tujuan kita adalah bagaimana bersama-sama membawa Aceh ke arah yang lebih baik, sesuai fungsi masing-masing,” pungkasnya.[Parlementaria]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT