JAYAPURA | ACEHJURNAL.COM – Hingga hari ke 11 pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua, Kontingen Aceh telah merebut sebanyak 10 medali emas, enam perak, dan sepuluh perunggu. Otomatis, peroleh medali sementara tersebut mencatatkan sejarah baru selama keikutsertaan Aceh di ajang PON.
“Alhamdulillah, meskipun persaingan di PON Papua begitu ketat, hingga hari ini kita berhasil mencapai 10 medali emas, enam perak, dan sepuluh perunggu,” kata Ketua umum KONI Aceh, Muzakir Manaf dan didampingi Sekum M. Nasir Syamaun di Jayapura, Selasa (12/10/2021).
“Saat ini ada beberapa cabang yang masih bertanding, kita yakin akan mampu menambah medali bagi Aceh,” tambah Muzakir Manaf.
Pria sapaan akrab Mualem ini mengatakan, pencapaian 10 medali sementara di PON Papua juga telah melampaui torehan sejarah sebelumnya di ajang PON Jawa Barat 2016 lalu. Saat itu Kontingen Aceh berhasil memecahkan rekor baru selama 27 tahun keikutsertaan Aceh di ajang olahraga terakbar di Indonesia tersebut.
Baca : Atlet Paramotor Aceh Raih Medali Emas PON Papua
Selasa 12 Oktober 2021 menjadi hari yang mengesankan bagi Kontingen Aceh, dimana dalam satu hari Aceh berhasil menambah empat medali emas sekaligus, yaitu tiga dari cabang tarung derajat nomor seni getar pasangan, seni getar campuran, dan seni grahang, serta satu dari cabang atletik oleh sprinter fenomenal Aceh Fuad Ramadhan di nomor 400 meter lari putra.
Nomor seni getar pasangan terdiri dari Iqbal dan Juanda, getar campuran terdiri dari Iqbal, Juanda, Rika dan Teta, serta nomor grahang terdiri dari Iqbal, Juanda dan Imran.
Selain itu, di hari yang sama, cabang tarung derajat meraih satu medali perak oleh Kandar Hasan kelas tarung 70-75 kg usai bertanding melawan atlet tuan rumah papua di babak final.
“Syukur kepada Allah, para atlet telah berjuang keras untuk mempersembahkan yang terbaik Aceh. Terima kasih banyak atas perjuangan dan persiapan atlet selama ini,” kata Mualem.
Baca Lifter Aceh Rebut Medali Emas di PON XX Papua



