Taliban Kuasai Afghanistan, Jerman Kirim Pesawat Evakuasi

Jakarta – Presiden Ashraf Ghani menegaskan kepergiannya meninggalkan Afganistan ketika Taliban memasuki ibu kota Kabul sebagai langkah yang tepat, pada Minggu (15/08).
Kepergian Ghani terjadi setelah militan Taliban menguasai sebagian besar wilayah Afganistan dalam serangan kilat yang berlangsung kurang dari dua minggu. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Facebook, keputusan Ghani meninggalkan negara yang tengah dilanda krisis itu adalah untuk “mencegah pertumpahan darah.”
“Taliban telah menang dengan pedang dan senjata mereka, dan sekarang bertanggung jawab atas kehormatan, properti, dan pertahanan diri warga negara mereka,” katanya.
“Mereka sekarang menghadapi ujian sejarah baru. Entah mereka akan menjaga nama dan kehormatan Afganistan atau mereka akan memprioritaskan tempat dan jaringan lain,” tambah Ghani.
Presiden Afganistan itu tidak mengatakan ke mana dia pergi. Namun, kelompok media Afganistan, Tolo, melaporkan bahwa dia menuju Tajikistan. Kepergiannya itu mendapat kritik tajam dari Abdullah Abdullah, Kepala Perdamaian Afganistan, yang menyebut Ghani “membiarkan rakyat dalam situasi ini.”
Sebelumnya, juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan kepada saluran berita Al-Jazeera Qatar bahwa gerilyawan sedang menunggu “pemindahan damai” kota itu.
Beberapa jam setelah tersiar kabar bahwa Ghani telah pergi, gerilyawan Taliban menguasai istana presiden. Al-Jazeera menyiarkan cuplikan dari “konferensi pers” Taliban di istana, pusat pemerintahan Afghanistan.
Mantan Presiden Afganistan Hamid Karzai mengatakan para pemimpin Afganistan lainnya telah membentuk dewan untuk bertemu dengan Taliban dan mengupayakan transisi kekuasaan.
Advertisement

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa pesawat Bundeswehr telah dikerahkan untuk membantu upaya evakuasi di Kabul. Dalam sebuah pernyataan singkat kepada wartawan pada Minggu (15/08) malam, Maas mengatakan mereka yang dievakuasi akan dibawa ke negara tetangga dan kemudian akan menggunakan pesawat penumpang sipil untuk menerbangkan mereka kembali ke Jerman.
Beberapa staf Jerman juga akan diterbangkan pada Minggu (15/08) malam. Maas mengatakan bahwa keamanan staf kedutaan Jerman dan mitra lokal “adalah yang terpenting.”
Jerman telah menutup kedutaannya di Kabul dan memindahkan stafnya ke sebuah lokasi di bandara Kabul, di mana Maas mengatakan stafnya dalam kondisi aman. “Tim inti kedutaan akan tinggal di Kabul di bandara untuk melanjutkan pekerjaan di sana dan mendukung evakuasi lebih lanjut,” tambahnya.
“Sekarang menjadi prioritas mutlak adalah kami membawa mereka yang dilindungi dengan aman ke Jerman,” kata Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengenai upaya evakuasi.
Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga mengatakan bahwa keamanan personel dan warga Uni Eropa di Afganistan adalah “prioritas jangka pendek.” [detik.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT