TA Khalid Dukung Radio Rimba Raya Masuk Anugerah Pesona Indonesia 2020

Anis dan Riza Positif Covid-19, Ini Aturan Jika Gubernur dan Wagub Sama-Sama Berhalangan

JAKARTA | Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria kena virus Corona semua. Anies bakal bekerja dari rumah. Undang-undang sudah...

Arab Saudi Izinkan Pesawat Israel Lintasi Jalur Udaranya

RIYADH – Arab Saudi mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi wilayah udaranya. Pembicaraan pun dilakukan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih. Pejabat senior pemerintahan...

19 Nelayan Aceh Yang Ditahan di India Segera Dipulangkan

BANDA ACEH | Sebanyak 19 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India segera dipulangkan ke Indonesia pada 12 Desember 2020 mendatang. "19 nelayan KM Selat Malaka...

Semua Fraksi Setuju, AKBP Banda Aceh Sebesar Rp 1,3 Triliun Disahkan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Setelah menjalani serangkaian sidang paripurna, Pemko Banda Aceh dan DPRK Banda Aceh akhirnya menyepakati Rancangan Qanun (Raqan) tentang Anggaran...

 Pesta Sabu, Oknum PNS di Aceh Timur Ditangkap Polisi

LANGSA | ACEHJURNAL.COM – Seorang pria berinisial FA (45), warga Desa Seuleumak Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa diciduk polisi di sebuah taman sekolah TK....

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM– Anggota DPR RI asal Aceh, TA Khalid menyatakan siap dan komitmennya mendukung Monumen Radio Perjuangan Rimba Raya meraih kemenangan pada Anugerah Pesona Indonesia 2020. Politisi partai Gerindra ini menegaskan, Radio Rimba Raya sangat berperan penting terhadap sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

“Disaat wilayah lain takluk selama Agresi Militer Belanda kedua, Radio Rimba Raya tampil dengan suara lantang menyatakan bahwa Indonesia masih ada,” kata TA Khalid via telepon seluler, Selasa (14/7/2020).

Anggota Komisi IV ini juga menyerukan dukungan untuk memilih Monumen Radio Rimba Raya dalam API 2020. Dukungan itu disampaikan dalam rekaman singkat yang dilakukan di ruang kerjanya, Lantai 16 Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan.

Menurutnya, peran Radio Rimba Raya dan kontribusi terhadap sejarah kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia sudah selayaknya mendukung serta memilihnya dalam Anugerah Pesona Indonesia 2020. Pasalnya, Radio Rimba Raya adalah penyambung nyawa republik di kala amunisi dan bambu runcing tak lagi sanggup memenangkan pertempuran. Sehingga peran dan jasa Radio Rimba Raya sangat besar terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Dikutip laman Historia, Radio Rimba Raya sebenarnya telah dipersiapkan jauh hari, bahkan sebelum Belanda melancarkan agresi militer I. Pada 2 Juli 1947, Komandan TRI Divisi X Kolonel Husein Yusuf mengeluarkan Keputusan No.0083/CD yang menetapkan Komandan Batalyon B TRI Mayor Nip Xarim sebagai penanggungjawab untuk menyempurnakan peralatan perang Divisi X.

“Untuk itu, Kepala Administrasi dan Penyantun Divisi X, Mayor Usman Adamy, diperintahkan menyediakan bahan-bahan hasil bumi yang akan ditukar dengan peralatan dari luar negeri tersebut,” tulis Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo Toer, dan Ediati Kamil dalam Kronik Revolusi Indonesia, Jilid III (1947).

Setelah hasil bumi tersedia, mulailah Nip Karim bergerak. Muhammad TWH mengisahkan operasi tersebut berdasarkan cerita yang didapatnya langsung dari Nip Xarim.

Nip Xarim membawa 25 ton getah karet ke Singapura (saat itu masih Malaya). Melalui seorang perempuan penghibur bernama Nancy Ho, yang ditemuinya di klub malam, Nip Xarim diperkenalkan dengan seorang perwira Angkatan Laut Inggris. Perkenalan itu berlanjut menjadi transaksi atas sebuah pemancar radio milik kapal Angkatan Laut Inggris berkekuatan 350 watt. Timbang-terima dilakukan di laut bebas. Dengan menembus blokade laut Belanda di Selat Malaka, Nip Xarim membawa pulang pemancar radio itu ke Aceh.

Di Aceh, pemancar radio itu menjadi milik Penerangan Divisi X yang bermarkas di kota Bireun lalu dipindahkan ke Kutaraja. Pemasangan radio dilakukan W. Schultz, seorang peranakan Indo-Jerman. Schultz merupakan Kepala Stasiun Pos Telegram dan Telepon (PTT) Kutaraja yang telah vakum ketika Indonesia merdeka. Dia kemudian jadi kolega Kolonel Husein Yusuf.

Pemancar radio dipindahkan lagi ke Bireun ketika aktivitas pesawat tempur Belanda meningkat di Aceh Utara, termasuk Kutaraja. Sehari setelah Belanda melancarkan agresi militer II, Daud Beureuh memerintahkan untuk mengamankan radio Divisi X ke dataran tinggi pegunungan Gayo, Aceh Tengah. Kolonel Husein Yusuf mengerahkan pasukan untuk memindahkan seluruh perangkat radio ke Burni Bius, Takengon, 260 km dari Bireun.

Di tengah perjalanan, pesawat Mustang Belanda mengejar iringan truk pengangkut pemancar radio. Rombongan pembawa radio kerap kalang-kabut menghindari tembakan dari udara. Mereka berkali-kali masuk hutan, berpencar dan bersembunyi. Demi keamanan pemancar dan keselamatan kru radio, tujuan ke Burni Bius dibatalkan. Diputuskan memasang pemancar radio di lahan hutan yang bernama Rimba Raya. Rimba Raya terletak di dekat desa Ronga-Ronga, Kecamatan Timang Gajah, 62 km dari Bireun. Kawasan Rimba Raya yang lebat oleh hutan tusam hampir tak tertembus matahari, bahkan di waktu siang.

Menurut Kolonel (Purn.) Syarifuddin –salah seorang penyiar Radio Rimba Raya- dalam Kompas, 23 November 1996, pemancar radio ditempatkan di dalam jurang. Antenanya dipasang di atas pohon. Kabel penghubung pemancar dengan antena ditanam dalam tanah supaya tak digerogoti binatang liar. Tiang antena tak terbuat dari besi melainkan kayu yang dirakit dengan sistem katrol. Ketika deru mesin Mustang Belanda terdengar, antena segera diturunkan, dinaikkan kembali saat keadaan aman.

Pada 30 Januari 1948, Radio Rimba Raya mulai beroperasi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Anis dan Riza Positif Covid-19, Ini Aturan Jika Gubernur dan Wagub Sama-Sama Berhalangan

JAKARTA | Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria kena virus Corona semua. Anies bakal bekerja dari rumah. Undang-undang sudah...

Arab Saudi Izinkan Pesawat Israel Lintasi Jalur Udaranya

RIYADH – Arab Saudi mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi wilayah udaranya. Pembicaraan pun dilakukan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih. Pejabat senior pemerintahan...

19 Nelayan Aceh Yang Ditahan di India Segera Dipulangkan

BANDA ACEH | Sebanyak 19 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India segera dipulangkan ke Indonesia pada 12 Desember 2020 mendatang. "19 nelayan KM Selat Malaka...

BERITA TERKAIT

Anis dan Riza Positif Covid-19, Ini Aturan Jika Gubernur dan Wagub Sama-Sama Berhalangan

JAKARTA | Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria kena virus Corona semua. Anies bakal bekerja dari rumah. Undang-undang sudah...

Arab Saudi Izinkan Pesawat Israel Lintasi Jalur Udaranya

RIYADH – Arab Saudi mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi wilayah udaranya. Pembicaraan pun dilakukan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih. Pejabat senior pemerintahan...

19 Nelayan Aceh Yang Ditahan di India Segera Dipulangkan

BANDA ACEH | Sebanyak 19 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India segera dipulangkan ke Indonesia pada 12 Desember 2020 mendatang. "19 nelayan KM Selat Malaka...