Sosialisasikan Badan Akreditasi Dayah, Usamah Ajak Teungku Dayah Pro Aktif

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Ketua DPRA : APBA 2021 Harus Selesaikan Persoalan Kemiskinan di Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin menegaskan bahwa, anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) tahun anggran 2021 harus dipergunakan sebaik...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

PIDIE JAYA | ACEHJURNAL.COM – Seiring proses rekruitmen Majelis Akreditasi Dayah Aceh ( MADA) yang dilaksanakan oleh Pansel hasil inisiatif Pemerintah Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus melakukan sosialisasi peran dan fungsi lembaga ini ke lingkungan dayah dan pihak terkait lainnya.

Hari ini, Rabu (8/7/2020), Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny bersilaturrahim di Dayah Darul Munawarah Kuta Krueng, Pidie Jaya. Dalam kunjungan itu, Usamah bersilaturrahmi dengan ratusan pimpinan dayah cabang alumni pada acara Rakor Pimpinan Dayah Cabang Alumni Darul Munawarah Kuta Krueng se- Aceh yang dilaksanakan di komplek dayah tersebut.

Usamah El-Madny dalam sambutannya menyampaikan materi dengan judul Urgensi dan Konsekuensi Hasil Akreditasi Dayah Oleh BADA.

“Pembentukan BADA merupakan Perintah Qanun Aceh No.9 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah,” kata Usamah El Madny.

Usamah menjelaskan, dalam qanun tersebut diamanahkan agar dibentuk lembaga tersebut dengan salah satu maksud mengkonsolidasi Sistem Informasi Dayah Aceh ( SIDA) dalam formulasi Data Tunggal Dayah Aceh (DATUDA).

BADA ini selanjutnya diharapkan memfasilitasi tersedianya data elektronik dalam bentuk aplikasi yang diberi nama e-datuda. Aplikasi ini nantinya dapat diakses secara transparan oleh semua pihak dan dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan untuk pembinaan dan pengembangan dayah di masa hadapan secara baik dan terukur.

Aplikasi e-datuda yang akan segera diluncurkan itu memiliki konten antara lain data lengkap santri. Ini termasuk biodata/foto/ nomor stambuk, data lengkap guru dayah seperti nomor register guru/biodata dan mata pelajaran yang diasuh. Kemudian biodata pimpinan dayah, data alumni, kurikukum/mata pelajaran yang diajarkan, sarana dan prasarana yang sudah tersedia dan belum, kegiatan ekstra kurikuler, kelengkapan administrasi manajemen dayah, dan lain-lain.

Usamah berharap dengan adanya data dayah tunggal dan berbasis elektronik tersebut, sejumlah pihak tidak lagi melihat sebelah mata terkait kualitas manajenen dan tatakelola dayah.

“Kalau selama ini sekolah di lingkungan Kemendiknas ada data sekolah yang mereka beri nama Dapodik, atau di jajaran Kemenag ada data ekektronik dayah yang diberi nama Emis, maka ke depan di lingkungan dayah Aceh akan ada data tunggal dayah Aceh yang kita beri nama e-datuda”, kata Usamah El Madny.

Sesuai dengan Qanun Penyelenggaraan Pendidikan Dayah, Usamah menginformasikan, ke depan dayah dayah yang tidak terinput dalam DATUDA tidak dapat difasilitasi oleh Pemerintah Aceh.

Karena itu, lanjut Usamah, jajaran dayah Aceh diminta dukungan, partisipasi dan kerjasama yang proaktif untuk memastikan agar ke depan semua dayah yang aktif memastikan datanya terimput dalam DATUDA.

Usamah menambahkan bahwa, pasca penetapan 5 orang komesioner MADA oleh Pemerintah Aceh yang saat ini proses seleksi nya sedang berlangsung. Menurutnya, Dinas Pendidikan Dayah akan melakukan rekruitmen sejumlah tim asesor MADA.

Tim asesor inilah nantinya yang akan membantu MADA melakukan verifikasi administrasi dan faktual tipelogi dayah se-Aceh yang akan jadi konten e-datuda.

Pada kesempatan itu, Usamah mengatakan bahwa akan mempertahankan dan memperjuangkan sekuat tenaga agar jati diri dayah tidak hilang.

“Belajar kitab kuning harus ada pada semua klasifikasi dayah, baik di Dayah Terpadu maupun di dayah tahfidz,” tegasnya.

Pada akhir pertemuan Usamah mengapresiasi kepada para pimpinan Dayah Cabang Darul Munawarah Kuta Krueng. Pasalnya, mereka bertindak cepat dan sigap merespon ide dan konsepsi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam rangka penataan dan konsolidasi data dayah Aceh yang baik dan modern.

Sementara itu Rais ‘Am Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Abiya Anwar mengatakan sesuai analisis dan pandangan tajam pendidikan ke depan. Abiya menjelaskan, rakor ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan dayah-dayah cabang Munawwarah khususnya dan dayah Aceh pada umumnya.

“Tujuannya untuk menghadapi proses penilaian akreditasi yang akan dilakukan oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA),” kata Abiya Anwar.

Maka sebelum tim asesor dari BADA mulai bekerja, pihaknya ingin memastikan bahwa dayah-dayah cabang Munawwarah memiliki kesiapan dan kelengkapan dokumen. Ini nantinya akan menjadi instrumen akreditasi supaya tidak ada yang menjadi kendala dan masalah di kemudian hari.

Abiya Anwar Kuta Krueng menyambut baik dan mengapresiasi atas kehadiran Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) sebagai amanat Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah dan Pergub Aceh Nomor 64 Tahun 2019 tentang Badan Akreditasi Dayah Aceh.

“Ini adalah sebuah langkah maju dari Pemerintah Aceh terhadap dunia pendidikan dayah di Aceh,” kata Abiya Anwar.

Turut hadir Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, Saifuddin dan sejumlah tamu undangan lainnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

BERITA TERKAIT

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...