JAKARTA –Â Partai NasDem menyerahkan penentuan nasib Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kabinet kepada Presiden Joko Widodo. Hal ini setelah Syahrul terseret kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.
Ketua DPP Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi mengatakan persoalan anggota kabinet merupakan hak prerogratif Presiden. “Soal anggota kabinet, itu hak prerogratif Pak Presiden,” ujar dia kepada Tempo, Kamis, 5 Oktober 2023.
Isu kocok ulang atau reshufle kabinet mengemuka usai Menteri Pertanian asal NasDem Syahrul Yasin Limpo disebut-sebut telah menjadi tersangka dalam kasus korupsi di Kementerian Pertanian.
Syahrul Yasin Limpo dikabarkan akan menghadap Presiden di Istana untuk mengundurkan diri sebagai Menteri Pertanian, siang ini. Belum diketahui apakah Presiden akan mencari pengganti atau meminta NasDem menunjuk orang lain untuk mengisi posisi ini.
Taufiqulhadi mengaku tak mengetahui soal rencana Syahrul Yasin Limpo akan menemui Presisen Jokowi siang ini. Seluruh pengurus NasDem, kata dia, sedang berfokus untuk memenangkan Pemilu 2024.
“Kami tidak memiliki cukup concern terhadap menteri sekarang. Tapi kami tetap mendukung kabinet Pak Jokowi sampai selesai masa periodenya,” ujar dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumpulkan elite partainya di kantor pusat mereka di NasDem Tower, Jakarta Pusat pada Rabu malam, 4 Oktober 2023.
Syahrul dikabarkan mengikut pertemuan dengan Surya Paloh dan beberapa petinggi NasDem seperti Ahmad Sahroni, Hermawi F. Taslim, Viktor Laiskodat dan juga ada kuasa hukum Syahrul, Febri Diansyah yang terlihat datang belakangan.
KPK tengah melakukan penyidikan dalam kasus korupsi di Kementerian Pertanian. Lembaga antirasuah itu pun telah melakukan penggeledahan di rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Syahrul dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun, KPK masih belum mau mengungkap siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus ini. Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pada waktunya akan diumumkan siapa saja tersangka setelah dilakukan pemanggilan dan penahanan.
Adapun Syahrul Yasin Limpo sempat tidak diketahui keberadaannya setelah mengikuti acara di Spanyol. Ia sempat menunda kepulangannya hingga tiga hari karena tengah menjalani pengobatan prostat yang kambuh saat berada di luar negeri. [TEMPO]