Soal Aturan Makan 20 Menit. Mendagri : Terdengar Lucu, Negara Lain Sudah Lama Lakukan

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan perihal aturan makan 20 menit selama PPKM level 4 di sejumlah wilayah. Tito menyebut beberapa negara sudah lebih dulu menerapkan aturan makan seperti itu.
Hal itu disampaikan Tito dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden kemarin, Senin (26/7/2021). Tito awalnya menjelaskan tujuan penerapan aturan makan 20 menit selama PPKM level 4 di sejumlah wilayah.

“Jadi makan tanpa banyak bicara, dan kemudian 20 menit cukup, setelah itu berikan giliran pada anggota masyarakat lain. Ini para pelaku usaha tolong bisa memahami itu,” kata Tito.

“Kenapa waktunya pendek? Untuk berikan waktu yang lain supaya tidak terjadi pengumpulan di rumah makan itu. Kalau banyak ngobrol, tertawa, kemudian sambil berbincang, itu rawan penularan,” imbuhnya.

Tito menyebut aturan makan 20 menit tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Pemilik usaha, termasuk petugas pengawasan, baik dari TNI, Polri, maupun pemerintah daerah, menjadi penentu efektivitas aturan makan tersebut

“Jadi memang ada tiga pihak yang penting untuk bisa efektifnya berlaku aturan ini,” sebut Tito.

Barulah kemudian Tito menyebut beberapa negara s

Advertisement

udah lebih dulu memberlakukan aturan makan seperti yang diterapkan di Indonesia saat ini.

“Tidak membuat kegiatan yang membuat terjadinya droplet bertebaran seperti ngobrol keras, ketawa keras. Mungkin kedengarannya lucu, tapi di luar negeri, beberapa negara lain sudah lama dilakukan itu,” terang mantan Kapolri itu.

Satpol PP dan personel TNI-Polri juga diminta oleh Tito memastikan aturan PPKM level 4 berjalan dengan baik. Mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu mengingatkan agar seluruh petugas menggunakan cara yang santun.

“Satpol PP dibantu Polri-TNI memastikan aturan ini bisa berjalan mulai dari yang persuasif, pencegahan, sosialisasi sampai ke langkah-langkah koersif tentunya dengan cara-cara yang santun dan tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan,” tutur Tito.

Seperti diketahui, penerapan aturan makan 20 menit selama PPKM level 4 di sejumlah wilayah menuai kritik. Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) menjadi salah satu pihak yang mengkritik aturan tersebut.

“Yang makan di warteg kan tidak hanya ada anak kecil dan anak muda, tapi ada orang tua juga. Orang tua kan makannya pelan-pelan. Kalau disuruh buru-buru bisa tersedak,” kata Ketua Kowantara, Mukroni, seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/7). [detik.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT