Sinabung Kembali Erupsi, Kolom Debu Capai 5 Km

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

Polemik di MAA, Usman Lamreueng Minta Gubernur Aceh Segera Lantik Badruzzaman Sebagai Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Kisruh Majelis Adat Aceh (MAA) mulai menyita perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Akademisi Universitas Abulyatama, Usman Lamreueng mangatakan, polemik...

Tak Diberi Uang, Anak Tebas Ayah Kandung di Bireuen

BIREUEN | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Suka Ramai, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen geger. Dua warga desa setempat, M. Yusuf (64) dan Jufri (60) terpaksa...

MEDAN | ACEHJURNAL.COM – Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Senin pagi (10/8/2020), kembali erupsi dan menyebabkan kepanikan warga yang tinggal di dekat gunung tersebut.

Saksi mata menyebutkan, erupsi Sinabung hari ini jauh lebih tinggi dari dua hari sebelumnya, pada Sabtu (8/8/2020). Pos Pemantau Gunung Sinabung mencatat, tinggi kolom abu Senin hari ini, mencapai sekitar 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut.

“Debu-debu erupsi Sinabung jatuh sampai ke kota Berastagi, termasuk areal hotel kita. Halaman dan tanaman di taman terliat diselimuti debu akibat erupsi Sinabung,” kata Deddy Nelson, GM Hotel Sibayak Internasional Berastagi, kepada waspadaaceh.com, Senin siang.

Kata Deddy, pemandangan langit di atas kota Berastagi tampak gelap seperti diselimuti awan hitam.Tapi bagi para karyawan hotel, hal itu tidak menimbulkan kepanikan, karena sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti itu.

“Awalnya cuaca cukup cerah, tapi tak lama setelah erupsi, kondisinya menjadi gelap, seperti menjelang maghrib,” lanjut Deddy.

Gunung Sinabung sebelumnya juga mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai sejauh 2.000 meter pada Sabtu 8 Agustus 2020. Bahkan terjadi dua kali erupsi pada hari yang sama.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo telah mengimbau warga agar menjauhi zona merah erupsi Gunung Sinabung.

Sementara itu pantauan waspadaaceh.com, kota wisata Berastagi mulai diselimuti abu vulkanik Sinabung pada pukul 11.00 WIB. Apalagi, ketinggian semburan abu cukup tinggi.

Jalan raya di Kota Berastagi juga terlihat diselimuti abu. Kepada wisatawan dan masyarakat diminta untuk menggunakan masker karena abu tersebut dinilai berbahaya bagi pernafasan.

Sementara dari informasi yang dikutip waspadaaceh.com melalui Magma Indonesia, dari website resminya https://magma.vsi.esdm.go.id/, Gunung Sinabung, terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan posisi geografis di Latitude 3.17°LU, Longitude 98.392°BT dan memiliki ketinggian 2460 mdpl.

Untuk pengamatan kegempaan telah terjadi 2 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 120 mm, dan lama gempa 1785-2246 detik. 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 19 mm, dan lama gempa 38 detik. 19 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2-120 mm, S-P 1.4-4 detik dan lama gempa 9-23 detik. 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-30 mm, dominan 2 mm.

Tingkat Aktivitas Gunungapi Sinabung Level III (Siaga). Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” jelas Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis.

Sumber : WASPADAACEH.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

BERITA TERKAIT

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....