HomeWisataSensasi Menikmati Durian Langsung di Kebunnya

Sensasi Menikmati Durian Langsung di Kebunnya

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM – Menikmati buah durian yang langsung dibeli di pedagang mungkin sudah biasa. Tapi akan berbeda rasanya jika mencicipi dan melihat langsung bagaimana proses sebelumnya si legit ini sampai di pasaran. Apalagi, jika durian yang baru saja jatuh dari pohonnya langsung dibelah dan dinikmati langsung dari kebunnya. Selain menikmati legitnya durian, pengunjung juga dapat berpetualang ke kawasan perbukitan dengan pemandangan indan nan sejuk dengan gemercik air sungai tanpa jeda.

Sensasi inilah yang langsung Anda rasakan saat mengunjungi Gampong Lamsujen Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Lokasi ini berada di kaki bukit barisan atau jarak sekitar 50 kilometer dari Kota Banda Aceh yang ditempuh sekira 45 menit dipacu rata-rata 70km/jam.

Durian Lhoong dikenal sebagai durian alam yang usia pohonnya rata-rata lebih dari 30 tahun sehingga  memiliki kualitas terbaik di Aceh. Disini, pengunung dapat menikmati durian yang memiliki citarasa legit nan nikmat dan menjadi salah satu kualitas terbaik di Aceh. Maka, tak heran jika menunggu durian jatuh langsung dari pohonnya memberi keseruan tersendiri saat berkunjung ke Gampong Lamsujen.

Petani menangkut hasil panen durian untuk dijual ke pedagang di Desa Lamsujen Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Foto Taufik Ar Rifai

Untuk menuju perkebunan durian, warga harus menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer dari jalan Banda Aceh – Meulaboh.  Meski belum beraspal, jalanan perbukitanan ini dapat diakses mudah baik dengan kendaraan roda dua maupun empat. Namun sepanjang perjalanan, harus ekstra hati-hati mengingat jalurnya sedikit curam dan licin terutama di saat musim penghujan.

Selama perjalanan, pengunjung dapat menikmati keindahan perbukitan Lamsujen. Desauan angin sepoi-sepoi dan jernihnya air sungai Lamsujen menjadi lokasi ini cocok untuk bertamasya bersama keluarga maupun sahabat. Bila akhir pekan tiba, lokasi ini kerap dikunjungi warga untuk melepas penat dan sekaligus menikmati durian Lhoong.

Pantauan AcehJurnal.com, Minggu (23/08/2023), sejumlah mobil mewah terlihat terparkir rapi di pinggir jalan. Mobil ini umumnya milik warga kota Banda Aceh yang sengaja berkunjung kesana untuk berburu durian.

Petani durian sedang mengangkut hasil panennya menyeberangi sungai. Foto Taufik Ar Rifai

Sambil menunggu durian jatuh, warga asik bercengkerama dengan sesama petani. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang menghabiskan waktunya menyelami jernihnya air sungai Lamsujen.

Tidak hanya bisa mencicipi durian, pengunjung juga bisa beristirahat di pondok-pondok yang didirikan di kebun sambil menunggu durian jatuh. Namun, menanti buah durian jatuh perlu kewaspadaan tinggi, karena bisa jatuh mengenai tubuh atau kepala.

Durian yang berhasil dikumpulkan selain bisa disantap di lokasi, juga diangkut untuk dijual kepada warga maupun pedagang pengepul.

Anshar, salah satu pengunjung dari Kota Banda Aceh mengaku sengaja datang untuk menikmati buah durian langsung dari pohonnya.

“Saya jauh-jauh hari memang sengaja kemari untuk melihat dan ikut menyantap buah durian langsung dari pohonnya. Apalagi dinikmatinya sambil berendam di sungai Lamsujen yang airnya sangat jernih dan asri,” ujar Anshar kepada AcehJurnal.

Selain menikmati legitnya durian, pengunjung dapat menyelami jernihnya air sungai Lamsujen. Foto Taufik Ar Rifai

Salah seorang pedagang, Amiruddin menyebutkan, harga durian yang ditawarkan oleh pedagang pun bervariasi, mulai dari kisaran harga Rp30 ribu hingga Rp70 ribu per buah.

Ia memastikan jika buah durian miliknya itu memiliki citarasa berkualitas baik.

“Yang ini kualitas super. Kami menyebutnya “Eumpang Duek”. Dagingnya tebal, manis dan legit. Jika rasanya tak enak, gak usah bayar,” ujar Amiruddin sambil menunjukkan durian berukuran besar.

Amiruddin menjelaskan, satu buah ukuran ini cukup buah dikonsumsi bersama antara tiga hingga empat orang. Ini dikarenakan dagingnya yang tebal, legit dan lezat. Sehingga durian kualitas super inilah menjadi incaran para pengepul.

“Sejak kemarin, banyak pedagang musiman maupun warga langganan sering memesan durian ini,” ujar Amiruddin lagi.

Petani durian membawa hasil panennya untuk dibawa ke pedagang. Foto Taufik Ar Rifai

Sementara pedagang durian lainnya, Hamdani menyebutkan, hanya saat musim durian mereka berjualan. Durian ini sebagai pencuci mulut bagi pengunjung bila ingin singgah untuk menikmati kopi. Ini lebih baik disajikan pakai lemang atau pulut ketan. Selain itu, kedai miliknya yang hanya berjarak seperemparan batu dari jalan turut menyediakan aneka buah-buahan lainnya, seperti manggis dan rambutan.

“Manggis dan rambutan ini berbarengan dengan musim durian. Karena manggis ini untuk menetralkan kolekstrol sehingga warga yang kelebihan konsumsi durian disarankan makan buah manggis sebagai santapan penutup,” ujar Hamdani. (***)

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News