HomeAgamaSekeluarga asal Perancis Masuk Islam di Banda Aceh

Sekeluarga asal Perancis Masuk Islam di Banda Aceh

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Empat warga asal Perancis resmi menyandang status sebagai Muslim.  Prosesi pengsyahadatan empat warga asal Negara Napoleon ini berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman kota Banda Aceh, Jumat (27/10/2023).  Adapun Warga Negara Asing (WNA) itu masing-masing David Lobre (49), Estelle Benedicte Font (42), Lilou Lobre (10) dan Menaut (54). 

Usai ikrar syahadat, keempat Mualad ini berganti nama Muslim. David Lobre jadi Daud Akbar, Estelle Benedicte Font jadi Balqis Lobre, Lilou Lobre jadi Farah Lobre dan Menaut namanya jadi Mahmud Ahmad. 

Proses pengsyahadatan ini dibimbing oleh Kasi Pembinaan Kelembagaan dan Kemakmuran Masjid Raya Baiturrahman, Tengku Iskandar. Turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Alhamdulillah, mereka masuk Islam atas kesadaran sendiri dan tanpa paksaan dari pihak manapun,” ucap Teungku Iskandar usai prosesi pengsyahadatan.

BACA JUGA : 

Kisah 5 Atlet Mualaf, Salah Satunya Masuk Islam saat Pandemi

Tsunami Aceh Menuntun Pria Tionghoa Ini jadi Mualaf

Lee Kang Hyun, Mantan Bos Samsung Putuskan Mualaf Setelah Kunjungi Aceh

Hal senada juga disampaikan Zulfitri alias Joel Bungalow. Pengusaha dan sekaligus penggiat wisata asal Aceh Besar ini mengatakan, WNA tersebut sudah berniat menjadi mualaf dalam beberapa hari terakhir. 

“Awalnya, David Lobre menemui saya dan berniat masuk Islam Seminggu lalu. Ia hendak menjadi mualaf bersama anak dan istrinya. Besoknya, Manaut kawannya David juga ikut untuk menjadi mualaf,” ujar Zulfitri alias Joel Bungalow. 

Joel Bungalow mengatakan, keempat WNA asal Perancis ini sempat disyahadatkan pada Selasa (24/10) di Gampong Mon Ikeuen, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Namun mereka kembali disyahadatkan ulang di Masjid Raya Baiturrahman untuk mendapat sertifikat. Menurutnya, David diketahui sudah ke Aceh sejak tahun 1980-an. Ia sudah akrab dan berteman dekat dengan kami, khususnya warga Lhoknga dan Lampuuk. 

“David dulu sering kemari untuk berselancar dan tinggal di kawasan Babah Kuala Lampuuk, Aceh Besar. Saat berada di Aceh, ia melihat masyarakatnya sangat ramah, toleran dan terbuka sehingga dirinya tertarik dengan Islam,” ucapnya lagi. []

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News