Sebut Harga Tomat Bener Meriah Anjlok Karena Cepat Busuk, Hendra Budian : Copot Kadisperindag Aceh

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian menyesalkan pernyataan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh, Mohd. Tanwier karena dianggap tidak memiliki kecakapan berkomunikasi yang baik kepada publik. Hal ini disampaikan Hendra Budian menyikapi pernyataan Kadisperindag Aceh, Mohd Tanwier jika anjloknya harga tomat di Kabupaten Bener Meriah disebabkan kurang berkualitas. Mirisnya lagi, pernyataan itu disampaikan Mohd. Tanwier bersamaan dengan musim panen tomat. Lebih spesifik, tomat Bener Meriah dianggap lebih asam dan cepat busuk.
“Pernyataan Kadis Perindag yang dimuat di sejumlah media itu sangat merugikan petani Bener Meriah. Kadis Perindag Aceh tidak mampu berkomunikasi dengan baik kepada publik,” kata Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian kepada AcehJurnal.com, Jumat (13/8/2021).
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, pola komunikasi “buruk” yang disampaikan Mohd Tanwier semakin menambah deretan kegagalan Pemerintah Aceh dalam menyikapi berbagai macam persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pernyataan Kadis Perindag Aceh diangap tidak memiliki “sense of crisis” sama sekali. Apalagi, kehidupan ekonomi masyarakat Aceh, khususnya nasib para petani di Tanoh Gayo sangat memprihatinkan di tengah pandemi. Hendra Budian menjelaskan, Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat tergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun di saat bersamaan, Kadis Perindag Aceh dianggap tidak mampu memberikan solusi konkrit dalam menyelesaikan persoalan petani. Seharusnya, kata Hendra lagi, Kadis Perindag Aceh bisa memikirkan bagaimana melahirkan program-program kreatif yang mampu mendongkrak nasib petani sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Advertisement

Hendra menambahkan, pernyataan Kadis Perindag Aceh dianggap tidak memiliki basis data dan penelitian yang saintifik. Pasalnya, pernyataannya ke berbagai media bahwa tomat di Bener Meriah itu lebih asam dan cepat busuk, sehingga pedagang enggan membelinya.  Menurutnya, pernyataan itu dianggap tidak mencerminkan sifat sebagai seorang pejabat publik. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan preseden buruk bagi produksi tomat di Kabupaten Bener Meriah di masa mendatang rekayasa pertanian untuk mengubah kualitasnya.
“Jika pernyataan asal-asalan seperti itu, apalagi dilontarkan oleh seorang pejabat publik jelas akan menurunkan tingkat kepercayaan pasar terhadap kualitas tomat Bener Meriah,” tambah Hendra Budian.
Mantan aktivis ini juga meminta kepada Pemerintah Aceh agar member respon-respon bersifat solutif atas setiap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. bukan malah memberikan pernyataan sesat dan terkesan ngawur sehingga merugikan masyarakat. Ia juga meminta agar setiap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Aceh harus didasari atas kajian-kajian yang bersifat komprehensif. Mewakili petani Bener Meriah, Hendra mendesak Gubernur Aceh, Nova Iriansyah agar memberikan tindakan tegas kepada bawahannya yang suka memberikan pernyataan-pernyataan ngawur sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Bila perlu, pecat saja!” tegas Hendra Budian. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT