Satu Tahanan Satpol PP/WH Aceh Masuk Islam

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Seorang tahanan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayah Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh resmi masuk Islam. Tahanan bernama Yulianus Dahude (23) ini mengikuti prosesi pengsyahadatan di Masjid Satpol PP/WH Banda Aceh, Jumat (11/12).

Kasatpol PP dan WH Aceh, Jalaluddin mengatakan, tahanan asal Nias Selatan yang beragama Kristen ini merupakan tahanan kasus dugaan khalwat. Setelah masuk Islam, ia resmi mengganti namanya menjadi Muhammad Yulianus Dahude.

“Ia sudah dua minggu menjadi tahanan Satpol PP dan WH Aceh. Ia mengaku tertarik dengan Islam atas kesadaran dirinya selama menjadi tahanan disini,” kata Kasatpol PP dan WH Aceh, Jalaluddin.

Sejak mengaku tertarik dengan Islam, Yulianus memberitahukan perihal kepada petugas Satpol PP dan WH Aceh. Selanjutnya petugas langsung memfasilitasi Yulianus untuk mengucapkan kalimat syahadat.

“Ini murni atas kesadaran dirinya untuk masuk Islam. Kita berharap agar saudara kita yang baru ini tetap istiqamah serta menjadi muslim taat, serta dapat menjauhkan diri dari amal makruf nahi mungkar,” katanya lagi.

Ketika ditanyai soal kelanjutan hukuman, Jalaluddin mengaku masih sedang mempertimbangkannya. Menurutnya, pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait apakah kasus yang menjerat Yulianus akan dilanjutkan atau tidak.

“Terkait prosesi hukuman, kita sedang berkoordinasi dengan Dinas Syariat Islam Aceh,” kata Jalaluddin.

Sementara itu, Yulianus mengaku sudah tertarik dengan ajaran Islam sejak dirinya berada di Banda Aceh. Ini dikarenakan rekan tempat dirinya bekerja umumnya Bergama Islam.

“Sejak awal udah niat masuk Islam. Apalagi kawan satu kerja itu Muslim semua. Maka saya mohon bimbinganya agar ke depan bisa mengamalkan ajaran Islam dengan baik,” kata Yulianus.

Diberitakan sebelumnya, warga menggerebek sebuah kos-kosan di kawasan Goheng, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru kota Banda Aceh pada Selasa (1/12) sekira pukul 05.00 WIB. Dalam penggerebekan itu, warga berhasil menangkap sepasang non muhrim.

Keduanya adalah YD (24) asal Hibala, Kabupaten Nias Selatan dan PJS (19), wanita asal Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Dalam penggerebekan itu, YD tercatat sebagai non Muslim, sedangkan pasangannya berinisial PJS beragama Islam. Dari hasil pengakuan tersangka, keduanya sudah melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Atas perbuatannya itu, keduanya dijerat Pasal 23 Ayat (1) Jo 25 Ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT