Santri Diminta jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba

Lhokseumawe | AcehJurnal.com – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar acara sosialisasi bahaya narkoba dan penolakan pornografi bagi santri dayah di Pesantren Tabina Aceh, Kecamatan Muara Satu Kota Lhoksemawe, Senin (29/3/2021). Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri mengatakan, penyalahgunaan narkoba selama ini kian meresahkan masyarakat. Ini dikarenakan sudah merambah ke semua sektor kehidupan masyarakat, baik kelas atas, menengah maupun kalangan atas.

“Kita harus sepakat bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkoba merupakan bahaya yang harus ditangani dengan serius dan melibatkan seluruh potensi yang ada, baik di pemerintah, kalangan masyarakat, LSM maupun pihak-pihak terkait lainnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri saat membuka acara Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Penolakan Pornografi di Kompleks Pesantren Tabina Aceh.

Dalam sambutannya, Zahrol mengajak para santri untuk menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Karena sudah sangat membahayakan kehidupan masyarakat. Menurutnya, santri yang dibekali dengan ilmu agama diharapkan untuk selalu mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba. Diantaranya mensosialisasikan di majelis ilmu maupun di berbagai kesempatan yang ada. Hal ini dalam rangka menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa yang merupakan sumber daya potensial untuk masa depan. Menurutnya, santri dayah harus mendorong para generasi muda untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan tidak terlibat dalam aksi-aksi pornografi.

“Santri dapat menghimbau agar generasi muda Aceh dapat meningkatkan kualitas diri dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga dapat membawa bangsa ini mencapai tujuan yang di cita-citakan dan dapat bersaing dengan negara-negara lain di dunia,” tambahnya.

Sementara Teungku Muhammad Nur selaku Pimpinan Pesantren Tabina Aceh menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam atas d

Advertisement

ukungan semua pihak khususnya Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh terhadap upaya-upaya pemberantasan peredaran narkoba di Aceh.

Dalam sambutannya, ia mengatakan selama ini di Dayahnya membina para korban-korban dari penyalahgunaan narkoba.

“Mereka setiap hari dididik untuk dapat kembali ke jalan yang benar. Selain itu, mereka juga di ajarkan ilmu agama dan kitab kuning. Sehingga suatu saat nanti dengan usaha kita semua, mereka dapat kembali diterima dengan baik oleh keluarga dan masyarakat,” kata Teungku Muhammad Nur.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan berbagai usaha dalam memerangi narkoba di Aceh. Ini dikarenakan sudah sangat meresahkan.

“Apalagi mengancam setiap sendi kehidupan baik yang tua maupun yang muda, untuk itu mohon dukungan semua pihak,” ujar Teungku Muhammad Nur.

Sementara itu, Abati Dahlan yang menjadi pemateri dalam acara sosialisasi bahaya narkoba dan penolakan pornografi menyampaikan bahwa haram hukumnya menggunakan narkoba karena ia memabukkan. Selain itu, Abati Dahlan menyebutkan akad jual beli narkoba hukumnya juga haram karena tidak sah dengan alasan khamar tidak sah karena najis serta narkoba atau yang memabukkan yang lainnya dinilai tidak bermanfaat menurut syara’.

“Demikian juga dengan uang atau harta hasil penjualan narkoba adalah haram dan bukan milik yang sah dan jalan taubatnya dengan menyerahkan harta hasil penjualan tersebut ke Baitul Mal,” tegas Abati Dahlan yang juga Pimpinan Dayah Darul Mudaris Jungka Gajah ini.

Hadir diantaranya perwakilan dari Tastafi Aceh Utara yang dihadiri oleh Waled Sirajuddin Hanafiah, dari Sat Narkoba Polres Lhoksemawe Ipda Nina Elvianti, Anggota DPR Aceh Thantawi dan Perwakilan dari Dinas Syariat Islam Kota Lhoksemawe serta tamu undangan lainnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT