Santri Dayah Dilatih Keterampilan Berwirausaha

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Seratusan santri dayah dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dilatih keterampilan berwirausaha. Acara pelatihan kewirausahaan santri dayah kota Banda Aceh dan Aceh Besar berlangsung di Hotel Hanifi Banda Aceh, Selasa (30/11/2021). Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Dinas Pendidikan Dayah Aceh dengan Komisi VI DPR Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri yang diwakili Kabid Santri, Irwan dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dari pelatihan ini diharapkan mampu membekali para santri dayah dalam meningkatkan potensi dan minat santri dalam kewirausahaan.
“Yang kita inginkan dan harapkan ke depan adalah alumni dayah lebih mandiri secara ekonominya di tengah-tengah masyarakat untuk menghadapi tantangan era pasar global dunia,” ujar Irwan.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi VI DPR Aceh, Irawan Abdullah. Menurutnya, dana otonomi khusus (Otsus) diprediksikan akan berakhir pada tahun 2027 mendatang. Maka solusinya adalah menghadirkan usaha-usaha produktif di dayah adalah jawaban dari akhir dana Otsus itu.
“Kita harapkan kepada santri dayah agar siap dalam menjawab tantangan ini. Apalagi di saat kucuran dana otsus Aceh semakin menipis. Oleh karena itu, keterampilan atau skill yang dimiliki para santri dayah sangatlah penting, khususnya dalam berwirausaha,” ujar Ketua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah.
Politisi PKS ini berpesan agar santri dayah dapat mengikuti acara tersebut mampu merekam setiap ilmu yang didapat dari pelatihan ini. Menurutnya, Pemerintah Aceh baik eksekutif maupun legislatif terus berupaya untuk membuat dayah menjadi mandiri dan tangguh dalam hal ekonomi. Selain sebagai tempat pendalaman ilmu agama, katanya lagi, di saat yang bersamaan santri juga dapat menggunakan waktu dan kesempatan untuk menimba ilmu kewirausahaan. Sehingga nantinya bisa berguna untuk santri lulusan dayah dan dayah itu sendiri.
“Santri dayah harus dapat memanfaatkan peluang ekonomi di dayah. Apalagi dayah yang memiliki santri ribuan orang, harus berpikir kreatif agar menghasilkan sesuatu yang inovatif yang tentunya bermanfaat untuk kalangan dayah,” pungkas Irawan Abdullah. []
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT