Santri Dayah di Bener Meriah Dilatih Ilmu Jurnalistik

REDELONG | ACEHJURNAL.COM – Di tengah pandemi, tak menyurut minat para santri untuk mengasah kreatifitasnya. Salah satunya meningkatkan mutu pendidikan dayah pada pelatihan lifeskill yang dihelatkan di Gedung BLK Pante Raya pada tanggal 15 hingga 16 Oktober 2020.

Pelatihan itu sendiri diinisiasikan oleh Dinas Pendidikan Dayah kabupaten Bener Meriah dengan tema “kita tingkatkan mutu pendidikan serta mensukseskan program Dinas Pendidikan Dayah dan Pemberdayaan Santri”.

Peserta yang diundang adalah pengurus Dayah pada pesantren yang ada di Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta. Salah satunya peserta Sekretaris pada Dayah Miftahul Jannah Almunawwarah Dusun Benara Kampung Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Dayah ini merupakan cabang dari Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Kabupaten Pidie Jaya.

Salah satu peserta, Teungku Mukhlis Muksalmina Us mengatakan, pelatihan lifeskill sangat besar manfaatnya, khususnya bagi santri dayah.

“Salah satunya kita dapat memperkenalkan Dayah-dayah di Aceh serta keistimewaannya melalui jurnal yang nanti kita terbitkan,” k

Advertisement

ata Teungku Mukhlis Muksalmina Us dikutip laman Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Senin (19/10).

Ditanya soal sistem protokol kesehatan covid-19 selama pelatihan, para peserta ditekankan tetap mematuhinya. Salah satunya tetap mengenakan masker, jaga jarak, rutin mencuci tangan dan tidak berada dalam kerumunan banyak. Ia berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas santri dayah saat terjun ke tengah masyarakat. Dengan kata lain, santri tidak dipandang sebelah mata karena mampu menggali potensi diri dalam memaparkan hasil karyanya. Sehingga nantinya santri berada di garda terdepan dalam memproteksi isu-isu hoax yang berseliweran di medsos dan menjadi konsumtif masyarakat. Selain itu, juga mampu menumbuhkembangkan minat santri dalam membaca. Hal ini seperti pepatah yang diungkapkan Voltaire “Makin aku banyak membaca, makin aku banyak berpikir; makin aku banyak belajar, makin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun”.

“Di tengah wabah ini, seharusnya kita wajib mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah, tetapi kalau sudah ramai berkumpul sebahagian peserta tetap mengikuti prokes ” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT