Acehjurnal.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa situs Benteng Indrapatra di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, memerlukan kajian komprehensif sebelum proses revitalisasi dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan bentuk asli benteng peninggalan sejarah tersebut tidak mengalami perubahan.
“Kini kami berusaha mengembalikan fungsi benteng secara bertahap. Tahun ini, kami telah mengerjakan sepanjang 75 meter. Harapannya tahun depan kami bisa menuntaskan 200 meter sehingga seluruh kanal yang mengelilingi Benteng Indrapatra dapat berfungsi kembali,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut Menbud, Benteng Indrapatra menyimpan nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Keistimewaan tersebut tercermin dari konstruksi arsitektur benteng yang tetap bertahan kokoh meski telah berusia sekitar 400 tahun.
“Hal yang juga menarik adalah kawasan benteng ini membentang seluas 7 hektar. Di dalamnya terdapat 3 benteng, yang disebut benteng 1, 2 dan 3,” papar Fadli Zon lebih lanjut.
Ia juga mengungkapkan keunikan lain dari kompleks benteng tersebut. “Keunikan lain dari benteng ini adalah di dalamnya terdapat dua sumur air tawar yang cukup dangkal dan sekarang ditutup. Tentu saja, sumber air minum sangat penting dari masa ke masa,” jelasnya.
Fadli Zon menekankan perlunya kolaborasi antarinstansi untuk mempercepat proses revitalisasi. Kerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan Kementerian Pekerjaan Umum dinilai crucial dalam pelaksanaan proyek pemugaran ini.
Menteri Kebudayaan meyakini kawasan bersejarah ini berpotensi menjadi ikon wisata budaya Aceh. “Kanal benteng ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan, termasuk pembinaan budaya seni dan festival,” ujarnya.
Ia membayangkan masa depan situs tersebut dengan optimis. “Saya bisa membayangkan jika tempat ini sudah rapi, bisa menjadi destinasi wisata budaya yang populer di Banda Aceh, karena lokasi benteng langsung menghadap ke pantai dengan pemandangan yang sangat indah,” tutur Fadli.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I terus melakukan pendataan terhadap aset budaya tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pelestarian warisan sejarah nasional.
“Ke depannya kita bisa kembali mengusulkan Benteng Indrapatra untuk diusulkan menjadi cagar budaya nasional,” pungkas Menteri Kebudayaan menutup pernyataannya.
Dengan kajian yang matang dan revitalisasi bertahap, Benteng Indrapatra diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai situs sejarah sekaligus destinasi wisata yang menarik di Provinsi Aceh.
Sumber: ANTARA



