Restui Perayaan Maulid, Plt Gubernur Aceh Ajak Warga Hindari Kerumunan

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...

Seorang Polisi Ditemukan Meninggal Tergantung di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe digegerkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat yang kemudian diketahui berinisial FH tersebut...

Marthunis : UU Ciptaker Beri Peluang Investasi di Aceh, Khususnya UMKM

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Undang-Undang Cipta Kerja menciptakan berbagai peluang investasi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM —Maulid Nabi Besar Muhammad SAW megandung nilai-nilai ibadah dan ukuwah Islamiah bagi masyarakat Aceh.

Perayaan Maulid Nabi biasanya dirangkai dengan zikir, kenduri anak yatim, dan dakwah Islamiah tentang perjuangan Rasulullah mempersatukan manusia dalam Agama Islam.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT. Kepada awak media di Banda Aceh, Selasa (27/10).

“Saya percaya masyarakat kita yang Islami ini bisa merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah pandemi virus corona, dengan cara yang disesuaikan &  tidak seperti biasa,” ujarnya.

Cara yang tidak seperti biasa dimaksud Nova adalah bahwa perayaaan maulid dengan penerapan protokol kesehatan.  Masyarakat tetap dapat berdzikir bersama dan makan bersama anak-anak yatim namun perlu mengatur jarak duduk atau berdiri minimal dua meter, dan semua yang hadir memakai masker.

Kemudian, lanjutnya, mencuci tangan merupakan bagian dari menjaga kebersihan, dan kebersihan itu sebagian dari Iman bagi seorang muslim. Berwudhuk kita dahului dengan mencuci tangan, begitu juga menjelang dan sesudah menyantap makanan.

Bedanya, tambah Nova, dalam situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini, mencuci tangan dengan memakai sabun di bawah air yang mengalir, setidaknya selama 20 detik.

Penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 tersebut seiring sejalan dengan budaya masyarakat Aceh yang Islami. Protokol kesehatan  sama sekali tidak mengurangi hikmah  perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tutur Nova.

“Perayaan maulid dengan protokol kesehatan tidaklah sulit, namun membutuhkan komitmen bersama untuk melaksanakannya secara disiplin dan konsisten,” tuturnya.

Bila ada satu orang saja yang mengabaikan protokol kesehatan dan kebetulan orang tersebut “carrier”, pembawa virus corona, sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) maka setiap yang menghadiri acara maulid tersebut berpotensi terinfeksi dan menjadi korban baru virus corona.

Karena itu perlu komitmen semua orang untuk mencegah munculnya klaster baru penularan Covid-19 di Aceh. Kita harus membuktikan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Selain menerapkan protokol kesehatan dalam bentuk menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, juga mencegah terjadinya kerumunan pada saat berlangsungnya dakwah maulid, yang biasanya berlangsung pada malam hari. Jumlah pengunjung hendaknya dibatasi dan disesuaikan dengan luas tempat yang tersedia, sehingga prinsip menjaga jarak dapat dipenuhi.

Selanjutnya Nova menyarankan kepada para penceramah maulid agar dapat menyampaikn pesan-pesan dakwah secara bijak dan sejuk, menghindari hoax terkait Covid-19, yang beredar sangat masif di tengah masyarakat.

Sebaliknya, ustadz atau ustadzah, selaku ‘guru besar’ bagi masyarakat, hendaknya dapat menyampai pencerahan dan pembelajaran, tentang tuntunan Islam dalam menghadapi wabah penyakit, seperti Covid-19 yang kita hadapi saat ini.

Virus corona telah menjadi ancaman di seluruh dunia saat ini. Virus corona merupakan musuh kita semua yang tidak terlihat, tapi penularannya sangat cepat dan juga mematikan.

Kita harus menghapinya dengan semangat ukhuwah Islamiyah dan rasa persatuan. Cukup sudah jatuh korban masyarakat dan rakyat Indonesia. Jangan ada lagi dokter atau tenaga kesehatan yang terenggut jiwanya dalam menyelamatkan ribuan korban yang terpapar.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tengah pandemi ini hendaknya menjadi momentum persatuan kita, memperkecil perbedaan dan menghilangkan segala permusuhan.

“Mari kita bersatu dan memperkuat barisan melawan virus corona, untuk melindungi masyarakat Aceh,” ajak Nova []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...